Hukuman Lebih Keras terhadap Pencuri Ponsel

pickpocket_2546079b

Pencuri yang mencuri telepon seluler yang berisi foto-foto keluarga tak tergantikan atau pesan berharga akan menghadapi hukuman yang lebih keras. Hal ini terungkap dari pedoman resmi baru yang dikeluarkan di Inggris.

The Sentencing Council Inggris mengatakan bahwa ponsel dan perangkat elektronik lainnya akan dimasukkan ke dalam langkah-langkah baru untuk meningkatkan hukuman atas kejahatan yang menyebabkan kerugian emosional.

Pencuri ponsel akan mendapatkan hukuman penjara lebih lama atau dihukum lebih lama jika mereka mengambil barang-barang dengan nilai substansial. Nilai substansial tersebut, misalnya dapat mencakup pesan teks atau komunikasi elektronik lainnya dari seorang kerabat yang telah meninggal.

Salah seorang juru bicara The Sentencing Council Inggris mengatakan bahwa jika ponsel yang dicuri berisi data sentimental tak tergantikan maka hal tersebut akan menjadi bagian dari aturan baru tersebut. Tidak peduli apakah item yang dicuri memiliki nilai keuangan, yang dilihat adalah dampak pada korban yang akan dilihat pada kasus pencurian ponsel tersebut.

Meskipun pedoman baru tersebut tidak menetapkan kenaikan hukuman yang pasti, kejahatan yang menyebabkan trauma emosional korban akan dikenakan hukuman yang lebih berat ketika aturan baru mulai berlaku pada bulan Februari mendatang.

Georgina Dormer yang berusia 73 tahun dari Brighton mengatakan bahwa ia menyambut pengembangan aturan baru tersebut setelah ponselnya yang berisi hanya rekaman suara almarhum suaminya dicuri pada tahun 2013.

Di Inggris dan Wales terdapat 742.000 korban pencurian ponsel di selama tahun 2012 dan 2013 atau lebih dari 2.000 pencurian ponsel per hari. Apple iPhone adalah model yang paling mungkin dicuri, terhitung lebih dari 50 persen. Konsumen mengatakan kepada peneliti pada tahun 2011 bahwa mereka menghargai data yang ada pada ponsel mereka lebih dari 700 pound dan menganggap data tersebut lebih berharga daripada perangkat itu sendiri.

Sumber: The Telegraph

Sumber Foto: The Telegraph