Kekhawatiran terhadap Penanganan Data Meningkat

original

Keluhan konsumen tentang cara menangani data pribadi meningkat 30 persen di tahun 2014 dibandingkan dengan tahun 2013. Hal ini diungkapkan oleh Pinsent Mason melalui beberapa permintaan Freedom of Information terhadap Information Commissioners Office (ICO), Inggris.

Pinsent Mason menambahkan bahwa keluhan tentang keamanan informasi pribadi meningkat dari 886 keluhan pada tahun 2013 menjadi 1.150 keluhan pada tahun 2014, sementara keluhan tentang data pribadi meningkat 64 persen selama lima tahun.

Pinsent Mason mengatakan peningkatan keluhan konsumen memperlihatkan meningkatnya tingkat kegelisahan publik atas bagaimana bisnis besar dan organisasi lain menyimpan informasi pribadi.

Serangan berskala tinggi terhadap perusahaan seperti Sony dan Target dan serangan baru-baru ini terhadap situs perselingkuhan Ashley Madison telah meningkatkan kesadaran publik tentang bagaimana data pribadi diperlakukan.

Menurut Luke Scanlon, pengacara teknologi dari Pinsent Mason, keamanan informasi bukanlah isu baru. Bisnis/perusahaan selalu memiliki tanggung jawab untuk melindungi data pelanggan Namun, konsumen semakin menemukan diri mereka terus terkena sebagai akibat dari serangan cyber sehingga meningkatkan kekhawatiran.

ICO, bawah Data Protection Act Inggris, dapat mengenakan denda hingga 500.000 pound jika regulator menemukan bahwa perusahaan telah gagal untuk mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi informasi pelanggan. Terlebih lagi, kemungkinan tuntutan perdata oleh korban pelanggaran data dapat merusak nilai perusahaan.

Di Inggris, sekitar 90 persen dari perusahaan besar dan 74 persen dari usaha kecil mengalami pelanggaran keamanan informasi tahun lalu, menurut survei yang diterbitkan pada bulan Juni 2015. Namun, demikian saat ini tidak wajib untuk melaporkan adanya pelanggaran data.

Sumber: The Register