NSA Menyadap Komunikasi yang Dienkripsi

NSA

Menurut dua orang akademisi AS, NSA bisa memperoleh sejumlah besar akses ke komunikasi terenkripsi dunia berkat versi high-tech penggunaan kembali password (reusing passwords).

Ilmuwan komputer J Alex Halderman dan Nadia Heninger berpendapat bahwa terdapat kesalahan umum pada Encryption Protocol  yang secara teratur digunakan membuat banyak traffic yang dienkripsi menjadi terbuka untuk disadap oleh penyerang yang memiliki sumber daya bagus  seperti Badan Keamanan Nasional AS atau NSA.

Informasi tentang NSA yang dibocorkan oleh Edward Snowden pada musim panas 2013 mengungkapkan bahwa NSA bisa memasuki salah satu komunikasi terenkripsi, yaitu virtual private networks (VPN) dengan mencegat koneksi dan menyalurkan data ke Supercomputer NSA  yang kemudian akan mengembalikan valid key tak lama setelah itu. Sampai saat ini, tidak diketahui apa yang dilakukan oleh superkomputer tersebut atau bagaimana mereka bisa mengembalikan valid key sebegitu cepat, ketika menyerang VPN yang pada kenyataannya akan membutuhkan waktu berabad-abad, bahkan dengan komputer tercepat.

Para peneliti mengatakan cacat yang terdapat pada sebagian besar software enkripsi terjadi pada algoritma disebut Diffie-Hellman key exchange yang memungkinkan dua pihak berkomunikasi melalui saluran terenkripsi secara efisien.

Bentuk umum key cryptography Diffie-Hellman memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan menukar kunci dan menjalankan mereka melalui algoritma yang menghasilkan kunci rahasia yang diketahui oleh kedua pengguna, tetapi tidak ada orang lain bisa menebaknya. Semua komunikasi masa depan antara kedua pengguna tersebut kemudian dienkripsi menggunakan kunci rahasia dan akan membutuhkan ribuan tahun untuk mendekripsinya secara langsung.

Menurut para peneliti, berdasarkan bukti yang mereka miliki, mereka tidak dapat membuktikan secara pasti apakah NSA melakukan hal tersebut. Namun demikian, teknik tersebut bisa saja digunakan mengingat NSA memiliki sumber daya yang berlimpah untuk melakukannya.

Sumber: The Guardian