Pakta Transfer Data Antara AS dan Eropa Invalid

149357543_0

Pengadilan tertinggi Eropa memutuskan bahwa perjanjian internasional yang memungkinkan perusahaan untuk memindahkan informasi digital seperti history pencarian web publik dan update media sosial antara Uni Eropa dan Amerika Serikat invalid alias tidak berlaku lagi. Keputusan tersebut menyebabkan operasi perusahaan AS seperti Google dan Facebook berada dalam semacam keraguan hukum singkat, meskipun layanan mereka terus bekerja seperti biasa.

Keputusan Pengadilan Eropa tersebut menyatakan apa yang disebut sebagai safe harbor agreement cacat karena memungkinkan otoritas pemerintah Amerika untuk mendapatkan akses rutin ke informasi online Eropa. Pengadilan Eropa mengatakan kebocoran dari Edward J. Snowden, mantan kontraktor untuk Badan Keamanan Nasional AS (NSA) menjelaskan bahwa badan-badan intelijen Amerika memiliki akses hampir tak terbatas untuk data, melanggar hak privasi Eropa.

Pengadilan Eropa mengatakan regulator perlindungan data di masing-masing 28 negara Uni Eropa harus memiliki pengawasan terhadap bagaimana perusahaan mengumpulkan dan menggunakan informas online warga negara mereka.

Pendukung perlindungan data memuji keputusan pengadilan Eropa tersebut. Eksekutif industri dan kelompok perdagangan mengatakan keputusan tersebut meninggalkan sejumlah besar ketidakpastian bagi perusahaan besar yang banyak yang bergantung pada aliran mudah dari data untuk bisnis yang menguntungkan seperti iklan online. Mereka meminta Komisi Eropa untuk menyelesaikan safe harbor agreement yang baru dengan Amerika Serikat. Untuk diketahui, kesepakatan safe harbor yang baru telah dinegosiasikan selama lebih dari dua tahun dan bisa membatasi dampak dari keputusan pengadilan Eropa tersebut.

Beberapa pejabat Eropa dan banyak perusahaan teknologi besar, termasuk Facebook dan Microsoft, mencoba mengecilkan dampak putusan. Mereka mengatakan, meskipun ada keputusan tersebut, layanan mereka tetap berjalan (seperti biasa).

Namun demikian,  perjanjian lainnya saat ini akan diperiksa dan ditanyai oleh beberapa pengawas privasi nasional Eropa. Potensi penyelidikan bisa membuat sulit bagi perusahaan untuk mentransfer informasi Eropa di luar negeri di bawah pengaturan data saat ini. Keputusan tersebut juga membuat perusahaan kecil dengan sumber daya hukum yang lebih sedikit rentan terhadap pelanggaran privasi potensial.

Sumber: The New York Times

Sumber Foto: Diginomica