Undang-undang Cybersecurity Bisa Merusak Privasi Pengguna

privacy

Beberapa nama terbesar dalam teknologi termasuk Google, Yahoo, Facebook dan T-Mobile telah mengeluarkan penolakan merea terhadap undang-undang cybersecurity kontroversial dengan alasan bahwa undang-undang tersebut gagal untuk melindungi privasi pengguna dan bisa menyebabkan collateral harm bagi pihak ketiga yang tidak bersalah.

Dalam sebuah surat terbuka yang diterbitkan, Computer and Communications Industry Association (CCIA) sebuah kelompok yang mewakili nama-nama besar dalam teknologi dan beberapa perusahaan teknologi besar lainnya termasuk eBay dan RedHat, secara tegas memberikan penolakan mereka terhadap Cybersecurity Information Sharing Act (Cisa).

Cybersecurity Information Sharing Act (Cisa) antara lain, memungkinkan perusahaan untuk berbagi informasi pribadi pengguna dengan pemerintah AS dalam pertukaran untuk kekebalan dari regulator dan Freedom of Information Act.

Bijan Madhani, policy counsel CCIA mengatakan bahwa CCIA tidak dapat mendukung Cisa saat ini. Mekanisme yang ditentukan Cisa untuk berbagi informasi ancaman dunia maya tidak cukup melindungi privasi pengguna atau membatasi penggunaan bersama informasi yang diperbolehkan dengan pemerintah secara tepat. Selain itu, Cisa memberikan kewenangan kepada entitas untuk menggunakan langkah-langkah pertahanan jaringan yang mungkin dapat menyebabkan collateral harm  pada sistem pihak ketiga yang tak bersalah.

Cisa pada awalnya merupakan cara untuk memungkinkan perusahaan teknologi untuk berbagi anonim informasi anonim pengguna dengan Department of Homeland Security (DHS). DHS sendiri telah menentang Cisa karena akan dipaksa untuk berbagi informasi ke entitas yang relevan yang luas termasuk NSA dan FBI.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: ngolens.org