Uni Eropa Inginkan Pakta Transfer Data yang Baru

121012093203-eu-flags-hands-story-top

Uni Eropa mengatakan bahwa pada prinsipnya mereka setuju dengan AS terhadap pakta transfer data trans-Atlantik yang baru yang masih dalam penyusunan.

Sebagaimana diketahui, awal bulan ini, pengadilan Eropa memutuskan bahwa Safe Harbor, perjanjian yang berusia 15 tahun yang memungkinkan perusahaan teknologi untuk memindahkan data pengguna dari negara Uni Eropa ke AS tidak valid.

Keputusan tersebut muncul setelah aktivis privasi Austria Max Schrems membawa kasus terhadap Facebook di Irlandia dan mengklaim bahwa privasinya telah dilanggar oleh program pengawasan massa NSA. Menyusul keputusan pengadilan, pihak berwenang Irlandia mengatakan bahwa mereka berencana untuk menyelidiki transfer data media sosial di bawah undang-undang tersebut.

Berbicara tentang pakta transfer data yang baru, Komisaris Kehakiman Vera Jourova mengatakan bahwa pada prinsipnya ada kesepakatan tentang hal ini, tetapi Uni Eropa masih membahas bagaimana memastikan bahwa komitmen ini cukup mengikat untuk sepenuhnya memenuhi persyaratan dari pengadilan.

Jourova menambahkan bahwa dia mengharapkan kedua belah pihak untuk membuat kemajuan pada poin teknis yang tersisa pada diskusi pertengahan November. Untuk bagian Uni Eropa, regulator privasi data nasional telah menetapkan batas waktu pada akhir Januari untuk blok Eropa dan Amerika Serikat untuk menggantikan Safe Harbor.

Hal lain yang ditetapkan dalam kesepakatan baru termasuk pedoman cara perusahaan menginformasikan kepada pelanggan tentang bagaimana data mereka ditangani, mekanisme untuk mengatasi masalah transfer data gratis terkait serta aturan ketat yang mengatur transfer data kepada pihak tambahan.

Jourova juga mengatakan bahwa pakta tersebut akan ditempatkan dalam sistem kajian tahunan yang dijalankan oleh AS dan otoritas Uni Eropa untuk memantau apakah penegakan hukum dan keamanan nasional memenuhi batas akses data Eropa.

Sumber: The Next Web

Sumber Foto: CNN