“Bedtime Mode” Untuk Tidur Anak yang Lebih Baik

kids_261808046851_640x360

Menurut sebuah studi baru, perangkat seperti iPhone, iPad dan Kindle memancarkan cahaya biru yang menyebabkan tidur menjadi gelisah dan terganggu.

Studi yang dipimpin oleh Dr Paul Gringras dari Department of Children’s Sleep Medicine, Evelina London, menemukan bahwa produsen telah membuat layar biru yang lebih besar dan lebih cerah dalam upaya untuk meningkatkan efisiensi layar pengguna pada siang hari. Namun demikian efek samping yang tidak diinginkan dari hal tersebut adalah bahwa cahaya biru memengaruhi tidur dan produktivitas pengguna.

Studi ini mengatakan bahwa jenis cahaya (biru tersebut) cenderung menyebabkan gangguan tidur paling banyak karena efektif untuk menekan melatonin, hormon yang mengingatkan kita untuk tidur setiap malam, cahaya tersebut juga membuat pengguna meningkatkan kewaspadaan sehingga menjadi sulit untuk tidur.

Faktanya, menggunakan perangkat sebelum tidur bahkan dapat memengaruhi kinerja pengguna selama hari setelah pemakaian karena paparan cahaya biru tersebut bisa mengubah ritme alami tubuh pengguna. Lain halnya dengan membaca buku kertas tradisional dengan cahaya lampu di samping tempat tidur. Lampu tersebut tidak memengaruhi tidur karena lampu memancarkan cahaya kuning-merah.

Baik orang dewasa maupun anak-anak dapat menghindari efek negatif cahaya biru tersebut dengan cara menjauhkan perangkat digital dari kamar tidur. Namun hal ini bisanya lebih mudah diucapkan daripada dilakukan karena ketergantungan pengguna dengan gadget sudah sedemikian tingginya.

Pada akhirnya, pengguna harus menekan produsen agar cahaya tersebut tidak mengganggu waktu tidur, terutama waktu tidur anak-anak yang semakin sering menggunakan smartphone dan tablet. Semua perangkat keras harus memiliki bedtime mode otomatis yang mampu menggeser emisi cahaya biru dan hijau menjadi kuning dan merah serta mengurangi backlight /intensitas cahaya.

Dengan hal ini bisa diharapkan perangkat mobile memiliki efek yang kecil terhadap waktu tidur anak-anak. Anak-anak akan secara otomatis mengantuk karena pengaruh cahaya kuning dan merah, bukan lagi terus menatap layar karena cahaya biru.

Sumber: The Telegraph