Data Kesehatan dari Wearable Device Mungkin Dibatasi

gopego_samsung-unveils-wearable-devices_640x360

Kemungkinan akan semakin maju dan canggihnya wearable device memperoleh perhatian dari sisi hukum perlindungan data. Sebuah firma hukum di Eropa telah meminta regulator Uni Eropa untuk memikirkan kembali dampak yang akan datang dari European General Data Protection Regulation (GDPR) pada data yang dihasilkan oleh pelacak kesehatan dan produk wearable lainnya, termasuk Apple Watch, Fitbit dan gelang kebugaran Garmin.

Firma hukum Osborne Clarke mengklaim bahwa undang-undang baru yang akan berlaku mulai dari 2018, akan menahan inovasi di sektor teknologi karena tidak berbeda jauh dengan aturan yang ada pada Data Protection Act of 1998.

Di bawah GDPR, Komisi Eropa telah mengatakan bahwa aturan perlindungan data yang lebih baik akan memperkuat hak warga negara dan membantu untuk mengembalikan kepercayaan mereka dalam bagaimana data pribadi mereka diperlakukan, terutama online.

Penelitian yang dilakukan oleh firma hukum menemukan bahwa 55 persen dari 4.000 atau lebih orang yang ditanya akan dengan senang hati mengizinkan data mereka, seperti pola tidur, pola latihan dan informasi detak jantung, digunakan untuk merekomendasikan obat. Penelitian dari IDC menunjukkan sekitar 173,4 juta produk wearable akan dikapalkan pada tahun 2019, mulai dari Apple Watch hingga pelacak sederhana yang tidak menjalankan aplikasi pihak ketiga.

Bleddyn Rees, konsultan di Osborne Clarke mengatakan aturan baru tidak tampak berubah secara dramatis dari apa yang saat ini. Data Protection Act diciptakan hampir dua puluh tahun yang lalu, lama sebelum teknologi wearable ada. Undang-undang yang baru perlu dibuat up to date sesuai dengan kondisi dunia yang terhubung saat ini.

Perusahaan perlu kepastian bahwa pengumpulan data yang mereka lakukan sesuai dengan undang-undang untuk memastikan mereka membuka jalan untuk masa depan. Perlu dipastikan bahwa regulasi Data Protection diklarifikasi dengan teknologi yang maju pesat untuk memungkinkan data pribadi yang dikumpulkan dan digunakan guna membuka potensi kesehatan digital.

Konsep kesehatan berbasis datasangat menarik terutama bagi mereka yang berusia 18 hingga 24 tahun. Sebanyak 68 persen dari mereka  mengatakan mereka ingin waspada terhadap masalah kesehatan potensial, sementara 62 persen juga senang untuk rekomendasi obat dari wearable device atau aplikasi kesehatan mereka.

Sumber: The Telegraph

Sumber Foto: Gopego