Menkominfo: OpenBTS Bisa Dijalankan Seiring Project Loon

rsz_loon

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, tak ada masalah dengan pemanfaatan teknologi alternatif, yakni OpenBTS. Menurutnya, penerapannya tak perlu menunggu kesepakatan antara operator dengan Google memanfaatkan Project Loon.

“Bisa saja paralel jalannya. Kita harus terbuka terhadap teknologi,” ujar Rudiantara saat ditemui di Grand Hyatt, Jakarta, Selasa, 3 November 2015.

Seperti diketahui, pekan lalu, tiga operator seluler, yakni Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat, meneken kerja sama dengan Google untuk menggunakan balon internetnya. Project Loon ini akan dimanfaatkan dalam menjangkau daerah terpencil.

Melihat dari situ, artinya pemanfaatan OpenBTS juga bisa dilakukan. Namun selama ini operator seringkali ‘menghindar’ membuka jaringan baru di suatu wilayah yang belum banyak penduduknya. Padahal, masyarakat memiliki hak yang sama seperti warga di kota, dalam mendapatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam kesehariannya.

Rudiantara melanjutkan, meski tak menyatakan dengan tegas, ia menyampaikan bahwa OpenBTS bisa dilakukan apabila operator setuju untuk menerapkan teknologi tersebut.

“Kalau misalkan nanti disepakati operator, kerja sama dengan operator bagaimana untuk men-struktur ini. Enggak harus (project) loon selesai (kerja sama). Kalau mau cepat, ya udah,” ucap dia.

Sebelumnya, rencana implementasi teknologi Project Loon Google atau balon internet di Indonesia mendapat perhatian dari ICT Watch. Implementasi yang akan dilaksanakan tahun depan di Indonesia itu sudah tercapai kesepakatan uji coba antara Google dan tiga operator telekomunikasi seluler yaitu Indosat, Telkomsel dan XL Axiata. Uji coba balon internet itu akan menggunakan frekuensi 900 MHz dari para operator tersebut.

ICT Watch berpandangan, jika implementasi balon internet itu mendapat restu dari pemerintah maka seharusnya juga memberikan kesempatan bagi implementasi teknologi lain, salah satunya OpenBTS.

“Untuk itu, pemerintah harus melakukan upaya yang sama agar teknologi alternatif, semisal OpenBTS, diperkenankan pula menggunakan frekuensi 900 MHz untuk penelitian dan pengembangannya,” ujar Donny B. Utomo dari ICT Watch.

Sumber: Viva

Sumber Foto: Project Loon