Misteri ‘Hilangnya’ Naskah Revisi UU ITE

349481_naskah-revisi-uu-ite-hilang_663_382

Revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terancam. Sebab dikabarkan naskah revisi UU tersebut sampai kini tak jelas rimbanya.

Pegiat ICT Watch, Donny BU, mengatakan naskah revisi saat ini hilang. Dengan ‘hilangnya’ naskah itu maka revisi UU itu terancam tidak akan bisa dibahas dalam Prolegnas 2015.

Dia mengatakan naskah revisi UU ITE sudah disetujui dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo pada pertengahan Oktober lalu. Namun karena naskah ‘hilang’ maka revisi UU ini terancam akan molor lagi.

“Masak mau revisi tahun 2017?” ujar Donny.

Dia mengatakan jika tahapan revisi UU ini beres tak ada halangan, maka tinggal menunggu pembahasan di legislatif pada tahun ini. Dikatakan Donny, jadwal masa sidang DPR untuk sisa tahun ini yakni sampai 17 Desember.

Dengan posisi naskah revisi yang saat ini ‘hilang’, maka menurutnya, cukup susah untuk bisa ikut dibahas dalam masa sidang DPR tersebut, kecuali naskah ditemukan.

“Kekejar enggak tuh? Berarti kan kalau enggak terkejar, harus 2016. Lah di 2016, enggak ada jadwalnya (revisi UU ITE),” ujar Donyy.

Atas ‘hilangnya’ naskah revisi UU ITE itu, kini kata Donny, pegiat yang tergabung dalam Forum Demokrasi Digital sedang berusaha mencari naskah tersebut.

Menanggapi raibnya naskah tersebut, melalui akun @suratedaran, Forum Demokrasi Digital meminta perhatian masyarakat untuk memberikan info di mana posisi naskah tersebut.┬áDalam postingan di Twitter terkait ‘hilangnya naskah revisi UU ITE ini, akun tersebut menyertakan tanda pagar #HuntingUUITE.

Revisi UU ITE telah menjadi isu yang memunculkan polemik dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu poin yang diajukan untuk direvisi yaitu pasal tentang pencemaran nama baik, yang tertuang pada Pasal 27 ayat 3.

Ketentuan pasal ini dianggap sangat mengancam kebebasan warga yang ingin menyampaikan pendapatnya melalui media atau platform elektronik.

Sumber: Tweet @suratedaran di Twitter