Studi: Manusia (Mungkin) Bisa Jatuh Cinta kepada Robot

robonaut_nasa_astronaut_michio_kaku

Pernah menonton film Ex Machina yang menceritakan seorang programmer jatuh cinta kepada robot/droid? Cerita di film tersebut mungkin tidak terlalu mengada-ada karena berdasarkan sebuah studi baru di Jepang menemukan bahwa manusia memiliki potensi untuk bersama dengan robot, bahkan ketika mengetahui bahwa mereka tidak memiliki perasaan.

Studi ini mengikuti peringatan sebelumnya dari para ahli bahwa manusia bisa mengembangkan hubungan yang tidak sehat dengan robot dan bahkan jatuh cinta dengan mereka. Temuan tersebut diperoleh setelah peneliti meminta orang untuk melihat gambar dari tangan manusia dan humanoid dalam situasi yang menyakitkan, seperti yang dipotong oleh pisau.

Setelah mempelajari sinyal listrik otak mereka, peneliti menemukan bahwa manusia merespon dengan tingkat yang sama dari empati untuk kedua manusia dan robot.

Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti di Toyohashi University of Technology dan Kyoto University di Jepang dan memberikan bukti neurofisiologis pertama kemampuan manusia untuk berempati dengan robot. Hasil ini menunjukkan bahwa kita berempati dengan robot humanoid dalam cara yang mirip dengan bagaimana kita berempati dengan manusia lainnya.

Menurut Michiteru Kitazaki, salah satu peneliti, masyarakat masa depan yang terdiri dari manusia dan robot seharusnya menjadi baik karena manusia dan robot yang prososial. Empati dengan robot serta manusia lainnya dapat memfasilitasi perilaku prososial. Robot yang membantu atau berinteraksi dengan manusia harus berempati dengan manusia.

Sebelumnya, para ahli sudah khawatir tentang implikasi dari manusia mengembangkan perasaan untuk robot. Bulan lalu, seorang pakar etika robot terkemuka memperingatkan bahwa robot seks dapat merusak hubungan manusia secara serius.

Menurut Dr Kathleen Richardson teknologi tersebut tidak perlu dan tidak diinginkan. Dia percaya bahwa teknologi robot akan memperkuat stereotip tradisional perempuan dan pandangan bahwa hubungan tidak lebih dari hubungan fisik. Ia percaya bahwa penciptaan robot tersebut akan memberikan kontribusi untuk hubungan merugikan antara pria dan wanita, antara orang dewasa dan anak-anak, antara laki-laki dan laki-laki serta antara wanita dan wanita.

Sumber: Daily Mail

Sumber Foto: bigthink.com