Twitter Luncurkan Safety Center Berbahasa Indonesia

082136100_1447141863-Peluncuran_Twitter_Security_Center_di_Indonesia

Agung Y (Public Policy Head Twitter Indonesia), Roy Simangunsong (Country Business Head Twitter Indonesia), Maria Avanti (Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia), Heru Tjatur (pegiat ICT Watch). Foto: Liputan6.com/Moch. Wahyu Hidayat

Sebagai salah satu platform media sosial yang bersifat real-time, Twitter, mempunyai jutaan pengguna di Indonesia. Maka logis rasanya, jika media sosial berlambang burung ini berkomitmen untuk turut serta dalam mewujudkan lingkungan digital yang aman dan nyaman di Indonesia, dengan meluncurkan Safety Center atau pusat keamanan yang sudah dilokalkan ke dalam bahasa Indonesia.

Safety Center ini berperan sebagai sumber informasi bagi siapa pun untuk mengetahui dan mempelajari keamanan online di Twitter dan dunia maya. Ini merupakan bentuk konkret dari hasil kerja sama dengan para ahli keamanan online, yang terus menyampaikan dukungannya untuk mengampanyekan good digital citizenship.

Tak hanya itu, Safety Center juga dibuat dengan menggunakan berbagai tool dan kebijakan Twitter untuk menjaga keselamatan penggunanya, dengan beberapa bagian khusus untuk remaja, orang tua, dan pendidik.

“Twitter turut merasa bertanggung jawab untuk mewujudkan dan mendukung good digital citizenship. Tapi perlu ditekankan, ini adalah tanggung jawab bersama. Twitter sebagai platform perlu bekerja sama dengan stakeholders lainnya seperti pemerintah dan lembaga masyarakat,” tutur Country Business Head Twitter Indonesia Roy Simangunsong, dalam sesi diskusi bersama awak media di Jakarta, Selasa (10/11/2015),

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Maria Avianti, menyambut baik kehadiran Safety Center. Ia berharap Safety Center dapat mengedukasi masyarakat soal berbagai dampak dari internet.

“Kami punya data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJI) yang menunjukkan bahwa anak Indonesia yang sudah kenal internet mencapai 70 juta. Dan kita tahu, internet bisa memberi dampak negatif, seperti bullying. Nah, mudah-mudahan Twitter Safety Center ini dapat mengedukasi masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, pegiat ICT Watch Heru Tjatur, memaparkan bahwa persoalan internet sehat adalah fenomena gunung es, karena meliputi banyak hal.

“Informasi termasuk ke dalam hak asasi manusia dan internet adalah media untuk mengaksesnya. Jadi, kita tidak bisa begitu saja menahan atau melarang anak-anak mengakses internet. Maka, disinilah perlunya peran orang tua,” jelas Heru.

Lebih lanjut, Heru mengatakan, inisiatif Twitter menghadirkan Safety Center ini sangat patut diapresiasi dan didukung. Sehingga, edukasi tentang bagaimana kita beraktivitas di internet secara baik dan benar menjadi makin mudah dipahami semua kalangan.

Cek Twitter Safety Center di sini.

Sumber: Liputan 6

Sumber Foto: Liputan 6