Cegah Radikalisasi, Penggunaan Web Murid Diawasi

gty_students_tech_130611_wmain

Sekolah di Inggris harus mengatur filter secara online dan memantau penggunaan internet murid untuk melindungi mereka dari radikalisasi. Hal ini karena anak-anak muda tersebut dapat ditargetkan oleh ekstrimis melalui komputer sekolah.

Nicky Morgan yang menjabat education secretary Inggris mengatakan bahwa beberapa murid dapat mengakses informasi tentang ISIS di sekolah. Namun persatuan guru menginginkan kejelasan dari rencana memonitor penggunaan web murid tersebut.

Rencana aturan baru tersebut telah dipublikasikan untuk konsultasi yang dilandasi oleh beberapa kasus di mana anak-anak sekolah berusaha melakukan perjalanan atau berusaha untuk pindah ke Suriah.

Pada bulan Februari yang lalu, siswi Bethnal Green Academy Shamima Begum dan Amira yang berusia 15 tahun pada saat serta  Kadiza Sultana yang berusia 16 tahun terbang dari London ke Istanbul dalam perjalanan ke Suriah. Kepala sekolah mereka mengatakan tidak ada bukti bahwa mereka diradikalisasi di sekolah sebab murid tidak dapat mengakses media sosial di komputer sekolah.

Morgan mengatakan bahwa sebagai orang tua ia mengerti peran penting internet dalam pendidikan anak-anak, Namun demikian internet juga dapat membawa risiko sehingga itulah sebabnya mengapa orang tua harus melakukan segala yang bisa dilakukan untuk membantu anak-anak tetap aman online, baik di sekolah maupun di rumah.

Langkah-langkah yang diusulkan dalam rencana pengawasan penggunaan web murid di sekolah tersebut meliputi petunjuk bagaimana menggunakan internet secara bertanggung jawab serta membuat orang tua dan guru mampu menjaga anak-anak aman dari eksploitasi dan radikalisasi.

Rencana tersebut juga akan  membahas isu-isu lain seperti cyberbullying dan pornografi. Banyak sekolah telah memiliki sistem untuk menyaring dan memonitor aktivitas online murid, tetapi pedoman baru yang dirancang untuk memperkuat persyaratan untuk menjaga anak-anak aman dan menemukan kekhawatiran secara cepat.

Mengingat radikalisasi tidak hanya terjadi di Inggris, rencana serupa mungkin perlu diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia. Dengan melihat pengguna web murid di sekolah, para guru dan orang tua bisa mengetahui lebih cepat kecenderungan siswa terhadap paham radikal. Hal ini akan mencegah mereka untuk tidak jatuh terlalu dalam dan bisa diselamatkan dengan cepat.

Sumber: BBC

Sumber Foto: ABC/Getty Images