Kelompok Teroris ISIS juga Aktif di Instagram

instagram-sign

Studi dari para peneliti dari George Washington University menunjukkan bahwa Twitter masih merupakan alat rekrutmen secara online yang paling signifikan bagi kelompok teroris ISIS. Namun bukan berarti ISIS tidak menggunakan platform yang lebih intim, seperti Instagram.

Dibandingkan dengan Twitter, kehadiran ISIS pada Instagram lebih informal. Pengguna sering mengirim gambar dan meme pro-ISIS yang bertentangan dengan screenshot dan klip video yang disebarkan oleh saluran resmi kelompok ISIS. Untuk pengguna di Suriah, Instagram memungkinkan mereka untuk menampilkan kondisi kehidupan normal di bawah ISIS. Misalnya makanan rumahan dan pemandangan keluar jendela dengan tagar dan simbol yang menyatakan dukungan untuk ISIS.

Menurut  Sarah Gilkes, peneliti dari George Washington University Program on Extremism, secara keseluruhan akun tersebut menormalkan ide-ide radikal ISIS. Dari 71 orang Amerika yang didakwa dengan kejahatan yang berkaitan dengan ISIS, studi ini menemukan bahwa hampir semua menghabiskan waktu di komunitas online insular ISIS ini. Setelah melihat ratusan meme dengan ideologi negara Islam yang ditumpangkan, ide tersebut tiba-tiba tidak tampak begitu ekstrim. Tambahan lagi banyak orang radikal sering berasal dari latar belakang yang bermasalah atau situasi keluarga yang tidak stabil sehingga platform Instagram dapat memberi mereka rasa komunitas.

Banyak akun pendukung ISIS di Instagram yang mengecam intervensi Barat di Suriah dan menjunjung pandangan ekstremis, tetapi hanya orang tertentu yang menggunakan tagar dan citra spesifik yang menunjukkan dukungan terhadap ISIS. Sangat penting untuk diingat bahwa akun Instagram tersebut mungkin jelas berkomunikasi menunjukkan dukungan untuk kelompok ISIS, bukan berarti secara individu akan menggunakan kekerasan. Menurut Gilkes, sebagian besar orang pro-ISIS tidak pernah melakukan kejahatan,

Salah satu akun di Instagram tampaknya dijalankan oleh seorang wanita muda di Inggris karena menunjukkan tag lokasi dan beberapa foto selfie. Dalam sebuah gambar, Gilkes menjelaskan, pengguna akun tersebut menampilkan tagar #taqwa, yang berarti kesalehan. Foto dan keterangannya menampilkan tema negara versus kesatuan di bawah agama.

Bendera juga merupakan indikator jelas terhadap dukungan kepada ISIS. Deskripsi akun wanita tersebut mengatakan bahwa ia tidak suka kelapa (coconuts) yang di dunia online ISIS merupakan kata gaul untuk menghina orang-orang atau kelompok yang dianggap bukan penganut yang taat. Kelompok tersebut mencakup, baik Sunni maupun Syiah yang berbicara menentang kelompok ISIS atau menyangkal identitas muslim mereka. Wanita itu juga menggunakan kata ukhti yang berarti saudara sehingga ia mendorong perempuan lain yang tertarik untuk menghubunginya secara pribadi.

Sama seperti komunitas online lainnya, fans ISIS di Instagram juga menciptakan gaya dan citra mereka sendiri untuk menunjukkan keanggotaan mereka. Kelompok ini sering merujuk ke gambar burung hijau dan sering menggabungkan hati hijau atau lingkaran emoji hijau dengan emoji burung untuk menyampaikan citra burung hijau. Burung hijau menandakan tingkatan martir yang dicapai ketika mereka sampai ke surga. Citra singa umumnya juga digunakan karena hewan ini mewakili keberanian dalam Islam.

Sumber: The Verge