Max Schrems: Facebook Hentikan Transfer Data dari Eropa ke AS

mobile-security-640.jpg__640x360_q85_crop

Max Schrems, seorang privacy campaigner asal Austria meminta Irlandia, Jerman dan Belgia menghentikan Facebook mentransfer data warga Uni Eropa ke AS. Hal ini merupakan usaha berikutnya dari Max Schrems. Sebelumnya ia berhasil mendorong Pengadilan Eropa untuk membatalkan perjanjian Safe Harbour yang mengatur privasi data warga Uni Eropa terkait transfer data ke Amerika Serikat.

Schrems mengajukan tiga keluhan terpisah kepada badan perlindungan data Irlandia, Menurutnya, Facebook tidak meminta persetujuan eksplisit untuk mentransfer data dari Facebook Irlandia ke Facebook Inc di AS, baik di negara Jerman, Belgia maupun Irlandia. Keluhan Schrems juga menyatakan bahwa Facebook tidak dapat menjamin privasi data warga Uni Eropa dari pengawasan/intipan pemerintah AS dan harus dicegah dari mentransfer data.

Schrems meminta lembaga perlindungan data untuk mengambil langkah yang tepat terhadap media sosial asal AS tersebut dan menghentikan semua aliran data dari Facebook Irlandia Ltd ke Facebook Inc di AS.

Operasi Facebook Eropa berada di Dublin, Irlandia, di mana Facebook diatur oleh Irish Data Protection Commissioner (IDPC) yang merupakan target keluhan awal Schrems terhadap Facebook pada tahun 2014.

Terkait dengan intipan pemerintah AS terhada data pengguna Uni Eropa, juru bicara Facebook mengatakan bahwa Facebook tidak dan tidak pernah menjadi bagian dari program untuk memberikan pemerintah AS akses langsung ke server Facebook.

Namun demikian Schrems berpendapat lain. Menurutnya Facebook tidak dapat menjamin privasi data pengguna Uni Eropa dari intipan pemerintah AS sehingga transfer data dari pengguna Eropa ke AS seharusnya dihentikan.

Perlu diketahui, bahwa Uni Eropa memiliki aturan privasi yang sangat tegas dibandingkan dengan di AS. Contoh kecil adalah penempatan cookie yang harus sepengetahuan pengguna, padahal di AS hal tersebut tidak perlu dilakukan. Schrems tampaknya memanfaatkan hal ini dan meminta badan pengawas privasi di tiga negara berbeda, yaitu Jerman, Belgia dan Irlandia untuk menghentikan transfer data pengguna Facebook Uni Eropa (terutama di tiga negara tersebut) karena khawatir adanya intipan pemerintah AS.

Sumber: The Guardian