NSA Akhiri Kegiatan Mata-mata

 

Digital-surveillance-image-via-Shutterstock

Hari Minggu, kemarin, NSA secara resmi akan mengakhiri kegiatan memata-matai pengguna ponsel Amerika Serikat secara semena-mena. Mulai hari berikutnya, NSA harus melewati beberapa rintangan tambahan untuk bisa mengakses catatan telepon pengguna ponsel di AS. Meskipun informasi yang selama ini disadap NSA dari ponsel tidak termasuk isi dari panggilan telepon, catatan, seperti siapa dan kapan, namun cukup untuk menyusun kehidupan pribadi seseorang.

Pada bulan Juni yang lalu, Kongres meloloskan USA Freedom Act memungkinkan NSA untuk terus menggali ke dalam catatan panggilan telepon warga Amerika, tetapi dengan beberapa batasan. Badan intelijen tersebut harus mendapatkan perintah pengadilan sebelum meminta perusahaan telekomunikasi untuk metadata dan hanya meminta rekening yang berkaitan dengan investigasi khusus. Hal ini merupakan kebalikan dari kebijakan sebelumnya yang bisa mencegat setiap potongan dari data kapanpun diperlukan. Setiap perintah berlaku hingga enam bulan.

Dengan kata lain, perusahaan telepon menyimpan catatan telepon pengguna dan NSA harus meminta dengan baik data tersebut, tidak otomatis mengambil semua data tersebut secara langsung sebagaimana berlaku selama ini. Selain itu, pengadilan tidak hanya meneliti permintaan untuk metadata dari pihak pemerintah AS, tetapi dalam keadaan tertentu akan meminta advokat menyajikan sudut pandang dari mereka yang dimata-matai.

Bila dilihat, selama ini NSA dapat melakukan apapun yang mereka mau tanpa satupun perintah dari pengadilan untuk mengambil data pengguna. Dalam undang-undang baru, NSA tetap bisa melakukan hal tersebut, tetapi harus dengan perintah dari pengadilan dan pengadilanpun memiliki kesempatan untuk menghadirkan bukti dari mereka yang dimata-matai. Kesimpulannya, USA Freedom Act lebih kepada memperbaiki cara NSA melakukan operasi mereka.

Sumber: The Register

Sumber Foto: Eagle Tribune