Polisi Meremehkan Kejahatan yang Terjadi di Media Sosial

022213_dcl_hacker_640

Polisi dilaporkan meremehkan keluhan tentang kejahatan di situs-situs media sosial seperti Facebook dan sering gagal untuk bertindak ketika kejahatan online yang serius dilaporkan. Hal ini dlaporkan oleh seorang pengawas resmi di Inggris. Her Majesty’s Inspectorate of Constabulary (HMIC) mengatakan bahwa sikap para polisi yang meremehkan kejahatan online di media sosial tersebut tidak dapat dipertahankan.

Dalam laporan terbaru tersebut, seorang polisi mengatakan kepada inspektur (pengawas) bahwa ancaman online adalah hanya anak-anak di Facebook, sikap yang digambarkan sebagai mengganggu dalam laporan baru tersebut. Dalam laporan setebal 80 halaman tersebut dinyatakan bahwa poin penting untuk diingat adalah bahwa akibat dari pelanggaran dan dampaknya pada korban tidak berkurang hanya karena dilakukan secara online.

Dalam beberapa kasus, kerentanan korban secara online dapat meningkat karena jumlah orang yang mengetahui tuduhan atau yang membaca tuduhan/ancaman dari pelaku tidak bisa sepenuhnya diketahui. Laporan tersebut mengatakan telah ditemukan beberapa petugas polisi dan staf meremehkan keluhan tentang penyalahgunaan di situs media sosial.

Beberap komentar petugas polisi yang terkesan meremehkan tersebut antara lain:

  1. Apa yang mereka harapkan kita lakukan tentang hal tersebut?
  2. Aku tidak menggunakan media sosial.
  3. Bagaimana aku bisa menyelidiki peristiwa tersebut?

Inspektur pengawas mengatakan bahwa sikap tersebut di atas menunjukkan kurangnya kekhawatirkan dan pemahaman terhadap, baik ancaman maupun risiko kepada korban dan sebagai konsekuensi kegagalan positif untuk mendukung mereka. Dalam beberapa kasus, pengawas diberitahu bahwa korban harus menunggu beberapa hari sebelum seorang polisi mengunjungi karena kasusnya tidak dianggap penting.

Dari laporan tersebut dapat disimpulkan bahwa bahkan di negara maju seperti di Inggris kejahatan online yang terjadi di media sosial belum menjadi perhatian serius petugas kepolisian. Petugas polisi cenderung menganggap remeh kejahatan yang terjadi di media sosial padahal akibatnya sama bahkan mungkin lebih tinggi daripada kejahatan offline.

Di Indonesia, tentu saja laporan serupa tidak bisa ditemukan. Namun kita berharap, petugas kepolisian menganggap kasus kejahatan yang terjadi di online sama seriusnya dengan yang terjadi di offline. Polisi tidak boleh meremehkan kejahatan online hanya karena terjadi online dan mungkin berbeda dengan kejahatan yang selama ini mereka hadapi.

Sumber: The Telegraph