Prancis Mungkin Larang Akses WiFi dan TOR

Tor

Serangan teroris di Prancis beberapa waktu yang lalu masih menyisakan luka yang dalam. Selain itu, setelah aksi teror tersebut pemerintah Pancis mulai melakukan pengawasan terhadap pengguna internet. Salah satunya dengan mengusulkan undang-undang pengawasan yang baru.

Polisi Prancis juga tidak ketinggalan. Polisi Prancis dilaporkan mengusulkan undang-undang baru melarang penggunaan layanan WiFi gratis dan browser anonim seperti TOR. Proposal tersebut merupakan bagian dari dokumen internal yang berhasil dilihat oleh surat kabar nasional Perancis Le Monde. Proposal tersebut bisa diberlakukan pada dua kondisi, pertamasaat negara dalam kondisi darurat dan yang kedua dalam upaya melaksanakan antiterorisme pada umumnya.

Buntut dari serangan di Paris, pihak penegak hukum mengusulkan bahwa pemerintah melarang penggunaan Wi-Fi gratis atau penggunaan WiFi bersama selama keadaan darurat yang sulit untuk melacak. Pihak penegak hukum mengusulkan mereka yang tidak memutuskan sambungan dari jaringan WiFi publik harus menghadapi hukuman pidana.

Penegak hukum juga mengusulkan bahwa jaringan anonim seperti browser Tor yang digunakan di seluruh dunia oleh aktivis hak asasi manusia dan juga penjahat diblokir dan kunci enkripsi untuk layanan komunikasi (misalnya WhatsApp dan iMessage) diserahkan ke polisi oleh penyedia layanan internet kapan saja diinginkan.

Menurut Le Monde, French Department of Civil Liberties and Legal Affairs mempertanyakan apakah melarang layanan seperti TOR di masa damai melanggar konstitusi Perancis.

Serangan di Paris telah memicu perdebatan di kalangan pemerintah di seluruh dunia pada apakah enkripsi membutuhkan security backdoor. Polisi telah menemukan bahwa pelaku serangan pada bulan November di Paris menggunakan pesan teks terenkripsi untuk berkoordinasi.

Pemerintah Inggris saat ini sedang mempertimbangkan rancangan undang-undang yang dikenal sebagai the Investigatory Powers Bill yang mengusulkan langkah-langkah lain yang legal secara hukum untuk mengakses data terenkripsi dari perusahaan teknologi dan ISP, untuk memerangi terorisme dan kejahatan.

Jika Perancis berhasil melarang TOR, hal ini bisa menjadi negara Eropa pertama yang melakukannya. Tempat lain di mana web browser anonim telah diblokir adalah Cina dan Iran, sementara pemerintah Rusia telah mengatakan secara terbuka bahwa ia ingin mengikuti hal tersebut.

Sumber: The Telegraph