Ribuan Foto Anak dan Chat Log Rentan terhadap Hacking

kids_261808046851_640x360

Seorang hacker yang masuk ke server terhubung pembuat mainan VTech menemukan ribuan foto anak-anak dan chat log antara anak dan orang tua mereka, bersama jutaan alamat rumah, password dan nama.

Hacker anonim tersebut mengatakan bahwa foto dan catatan yang ditemukan selain alamat email, password, nama dan alamat rumah mencapai jumlah hampir lima juta orang tua serta nama pertama, jenis kelamin dan tanggal lahir lebih dari 200.000 anak-anak.

Kegagalan perusahaan pembuat mainan VTech untuk sepenuhnya mengenkripsi dan melindungi data sensitif (termasuk foto dan audio) telah menyebabkan jutaan pengguna, termasuk anak-anak, rentan terhadap identifikasi pribadi, kejahatan cyber potensial atau pencurian identitas.

VTech merupakan perusahaan yang menjual berbagai produk elektronik, mulai dari mobil mainan dan garasi interaktif untuk kamera, game, e-book dan tablet ramah anak.

Sebesar 190GB file foto yang tersimpan di server VTech ini diambil melalui layanan Kid Connect yang memungkinkan orang tua dan anak-anak melakukakan chat satu sama lain melalui smartphone dan tablet. Polisi di Connecticut dan Illinois sedang menyelidiki insiden tersebut.

Troy Hunt, MVP Microsoft untuk keamanan pengembang mengatakan bahwa sebagai seorang ayah kebocoran tersebut telah mendorongnya untuk berpikir lebih hati-hati tentang jejak kaki yang ia buat untuk dua anaknya secara online.

Hal yang sangat disayangkan adalah bahwa data-data tersebut terkait dengan anak-anak. Risikonya besar sekali terhadap penjualan data terkait dengan kejahatan seksual anak online yang terus meningkat akhir-akhir ini. VTech sebagai pembuat mainan harusnya mengedepankan keamanan karena perangkat yang mereka hasilkan dipakai sangat banyak anak di dunia.

Sumber: The Telegraph