Taktik Privasi Aman di Media Sosial

safe_091105407113_640x360social-mediasocial-media

social-media

Masihkah pengguna media sosial peduli dengan privasi mereka di media sosial? Tampaknya saat ini, kata privasi sudah dilupakan banyak pengguna media sosial, meskipun kemudian mereka tetap menjerit meminta tolong ketika akun mereka dikompromikan.

Banyak pengguna media sosial beranggapan privasi tersebut sulit, berbelit-belit dan membingungkan sehingga mereka memilih untuk membiarkan privasi mereka diganggu oleh berbagai layanan dengan mudah. Padahal terdapat beberapa trik privasi aman yang sangat mudah untuk dilakukan, seperti beberapa hal berikut ini.

1. Ganti Nama

Bila Anda berinteraksi di media sosial, Anda tidak perlu memberikan nama asli sesuai KTP. Bila sebuah layanan media sosial mewajibkan Anda memberikan nama asli, lebih baik tinggalkan layanan tersebut. Namun jika sudah berada di dalam layanan, bagaimana caranya? Caranya, jika memungkikan edit nama Anda, ganti dengan yang baru. Nama asli sering membuat privasi Anda terbuka lebar-lebar dan diidentifikasi oleh orang lain untuk tujuan tertentu yang menguntungkan mereka. Jika tidak bisa diganti? Keluar dari layanan media sosial tersebut.

2. Stop Geo Tagging Foto

Masih men-tag foto yang Anda upload ke media sosial? Segeralah hentikan kebiasaan tersebut. Men-tag lokasi dan membaginya ke media sosial adalah cara mudah bagi orang lain dan layanan media sosial mengintervensi privasi Anda.

3. Berbohonglah tentang Umur

Banyak pengguna media sosial yang terlalu jujur sehingga memasukkan umur mereka ketika menggunakan layanan media sosial. Umur merupakan unsur demografi penting yang dilihat pengiklan agar iklan mereka tepat mengenai sasaran. Ada baiknya Anda memalsukan umur Anda.

4. Jangan Masukkan Nomor Kartu Kredit

Banyak pengguna yang memasukkan nomor kartu kredit mereka di Facebook. Namun sangat disarankan, apapun informasi keuangan yang Anda miliki, jangan ditempatkan di media sosial.

5. Milikilah Batasan

Anda harus tahu batas. Tahu batas berinteraksi di Facebook, misalnya akan menjauhkan Anda dari iklan dan news feed yang hampir tidak ada gunanya. Batasi seberapa banyak Anda berada di media sosial, seberapa sering upload foto. Jangan karena ingin tampil, ingin dipuji Anda tak memiliki batasan di media sosial.

6. Sedikit Adalah Banyak

Pertimbangkan untuk sesekali melihat apa yang sudah Anda lakukan di media sosial. Lihat timeline atau newsfeed Anda. Hapus update atau tweet yang terkait dengan informasi pribadi yang penting, hilangkan tagging foto, perketat cara agar orang lain bisa melihat Anda.

7. Kubur Akun

Ada satu prinsip penting, yaitu Anda tidak akan bisa di-hack jika Anda tidak punya akun. Untuk itu, kuburlah akun media sosial Anda. Kembalilah berintekasi offline yang lebih sepi, namun indah daripada interaksi online yang ramai namun tidak ada artinya.