Twitter Perbarui Aturan Terkait Hate Speech

twitter_2094423b

Dalam upaya untuk memberikan rasa aman yang makin baik, hari ini Twitter merevisi aturan terkait dengan hate speech yang sangat sering terjadi di Twitter. Dalam sebuah blog post Twitter mengatakan bahwa mereka percaya perlindungan dari kekerasan dan pelecehan adalah bagian penting dari memberdayakan orang untuk bebas mengekspresikan diri di Twitter.

Sebagai bagian dari upaya Twitter untuk terus memerangi penyalahgunaan, Twitteri memperbarui aturan untuk memperjelas apa yang dianggap sebagai perilaku kasar dan perilaku penuh kebencian.

Perbaruan bahasa yang dilakukan tersebut menekankan bahwa Twitter tidak akan mentolerir perilaku yang dimaksudkan untuk melecehkan, mengintimidasi, atau menggunakan ketakutan untuk membungkam suara pengguna lain. Seperti biasa, Twitter merangkul dan mendorong opini yang beragam dan keyakinan, tetapi Twitter akan terus mengambil tindakan pada akun yang melewati batas penyalahgunaan.

Twitter juga menjelaskan bahwa selama tahun lalu, mereka telah mengambil beberapa langkah untuk memerangi penyalahgunaan untuk melindungi kebebasan berekspresi. Twitter sudah diberdayakan pengguna dengan alat untuk memblokir, mematikan, dan pelaporan perilaku kasar dan memperbaiki kebijakan untuk menangkap lebih banyak jenis perilaku kasar. Twitter juga telah meningkatkan investasi dalam penegakan kebijakan sehingga dapat menangani laporan lebih banyak dengan efisiensi yang lebih besar, dan memperbesar sumber daya pendidikan melalui Twitter Safety Centre yang baru.

Salah satu daerah yang efektif dalam strategi multi layered memerangi penyalahgunaan adalah menciptakan tindakan wajib untuk tersangka perilaku kasar, seperti email dan verifikasi telepon, dan penghapusan pengguna untuk tweet yang melakukan pelanggaran. Langkah-langkah ini mengekang perilaku kasar dengan membantu masyarakat memahami apa yang dapat diterima pada platform Twitter.

Tentu saja dengan revisi aturan terbaru tersebut, interaksi pengguna Twitter diharapkan semakin baik. Perilaku kasar, hate speech dan berbagai penyalahgunaan lainnya diharapkan dapat ditekan dengan revisi aturan tersebut.

Sumber: Twitter