Uni Eropa Larang Remaja dari Facebook dan Internet?

istock_000018815476small

Parlemen Eropa akan mengadakan voting terhadap aturan baru yang bisa membuat remaja dilarang menggunakan layanan internet seperti Facebook, media sosial, layanan pesan atau apapun yang memproses data mereka tanpa persetujuan dari orang tua atau wali mereka.

Perubahan di menit-menit akhir dalam peraturan perlindungan data Eropa yang baru akan membuatnya ilegal bagi perusahaan untuk menangani data pengguna berusia 15 atau lebih muda, menaikkan usia legal untuk persetujuan digital menjadi 16 tahun dari sebelumnya 13 tahun.

Menurut undang-undang perlindungan data yang terbaru tersebut, perusahaan yang ingin memungkinkan mereka yang berusia di bawah 16 tahun untuk menggunakan layanan mereka, termasuk Facebook, snapchat, Whatsapp dan Instagram, harus mendapatkan persetujuan eksplisit dari wali mereka.

Rancangan undang-undang pengolahan data pribadi dari anak di bawah usia 16 tahun hanya akan legal jika dan sejauh persetujuan tersebut diberikan atau disahkan oleh orang tua atau pemegang tanggung jawab atas anak.

Perusahaan seperti Facebook saat ini memungkinkan pengguna dari usia 13 tahun untuk bergabung dengan layanan mereka. Kebijakan mereka didasarkan pada usia persetujuan digital sebesar 13 tahun seperti yang didefinisikan oleh US Children’s Online Privacy Protection Act (Coppa) dan hukum serupa di Uni Eropa, yang mengakomodasi mereka yang di bawah 13 tahun dengan perlindungan privasi ekstra.

Perubahan tersebut sama-sama ditentang oleh perusahaan teknologi dan ahli keselamatan anak yang memperingatkan bahwa peningkatan usia dewasa akan membuat sangat sulit bagi remaja di bawah usia 16 tahun untuk menggunakan media sosial dan sumber daya lainnya yang berbasis internet.

Janice Richardson, mantan koordinator jaringan European Safer Internet dan konsultan untuk badan teknologi informasi PBB, ITU dan Council of Europe mengatakan bahwa perubahan usia dari 13 tahun menjadi 16 tahun merupakan perubahan besar dalam kebijakan yang tampaknya belum ada konsultasi publik.

Ia menambahkan perubahan persyaratan untuk izin orang tua dari usia 13 tahun menjadi 16 tahun akan menyulitkan orang-orang muda dari kesempatan pendidikan dan sosial dalam sejumlah cara, namun tidak akan memberikan lebih banyak perlindungan.

Perubahan tersebut akan menghentikan remaja dari mengakses media sosial dan layanan internet lainnya secara hukum, kecuali ada persetujuan orang tua atau wali, tetapi kemungkinan besar tidak akan menghentikan mereka dari mengakses layanan internet.

Ketika dibuka untuk publik, sebelum tahun 2006 Facebook mensyaratkan pengguna berusia 17 atau lebih tua, tetapi hal tersebut tidak menghentikan remaja untuk mendaftar. Kebanyakan akun media sosial meminta tanggal lahir ketika membuat akun, tetapi tidak memiliki cara untuk memverifikasi informasi yang diberikan.

Tidak seperti orang dewasa yang mendaftar jasa hiburan dewasa di internet yang sering menggunakan kartu kredit sebagai bagian dari verifikasi usia, remaja di bawah usia 17 tahun tidak memiliki verifikasi identifikasi berdasarkan usia.

Untuk perusahaan teknologi, masalah terbesar dengan aturan baru tersebut adalah mengawasi mereka. Menghentikan remaja di bawah 16 tahun dari mengakses pesan, media sosial dan situs lainnya akan sangat sulit.

Update:

Uni Eropa tidak jadi menaikkan limit umur anak pengguna internet menjadi 16 tahun. Uni Eropa membebaskan anggotanya untuk menentukan umur mereka sendiri-sendiri, di mana sebagian besar saat ini memilih batasan umur 13 tahun dan Spanyol 14 tahun.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: iStock