Yahoo Beritahu Pengguna tentang Serangan Hacker yang Disponsori Negara

yahoo-marissa-mayer-ces-las-vegas

Serangan hacker yang disponsori negara bukan sesuatu yang baru. China misalnya, banyak diduga menggunakan jasa hacker untuk menyerang negara lain. Oleh karena itu, perusahaan teknologi berusaha memberi tahu pengguna mereka tentang serangan hacker yang disponsori negara tersebut.

Setelah Facebook dan Twitter, Yahoo menjadi perusahaan teknologi terbaru yang berjanji akan memperingatkan penggunanya jika mereka kira akun pengguna telah diserang oleh aktor yang disponsori negara atau hacker bekerja atas nama pemerintah.

Bob Lord, Yahoo’s chief information security officer mengatakan dalam sebuah blog post bahwa Yahoo sekarang akan memberitahu pengguna jika Yahoo  curiga akun pengguna mungkin telah ditargetkan oleh aktor yang disponsori negara.

Ia menambahkan bahwa Yahoo akan memberikan pemberitahuan tertentu sehingga pengguna dapat mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi akun  dan perangkat mereka ketika serangan mulai dilakukan. Pemberitahuan tersebut menyediakan berbagai tindakan tertentu bagi pengguna yang ditargetkan untu memastikan bahwa account Yahoo mereka aman dan terlindungi.

Tindakan yang disediakan termasuk mengaktifkan verifikasi dua langkah, mengubah password ke pilihan terkuat yang belum pernah digunakan sebelumnya, memperbarui informasi pemulihan akun, dan memeriksa aktivitas baru pada akun pengguna.

Langkah Yahoo ini dilakukan dua bulan setelah Facebook membuat pengumuman serupa pada bulan Oktober 2014. Pada bulan Desember, Twitter memperingatkan sejumlah penggunanya bahwa mereka mungkin telah menjadi sasaran serangan yang disponsori negara, termasuk beberapa ahli dalam keamanan informasi dan privasi.

Sementara itu, Google membuat langkah ini pada bulan Juni 2012 untuk subset dari penggunanya yang diyakini bisa menjadi target untuk phishing, malware atau serangan lain yang disponsori aktor buruh negara. Sayangnya, semua perusahaan tersebut menolak untuk memberikan informasi rinci tentang penyerang potensial yang telah mereka identifikasi.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: Bild