Algoritma Bisa Prediksi Bagaimana Siswa Menjawab Pertanyaan

473085351_d1

Para peneliti dari Stanford University dan Google di California telah mengembangkan algoritma baru yang bertujuan untuk memahami kemampuan belajar individu siswa. Sistem ini bahkan dapat memprediksi apakah siswa mendapatkan pertanyaan yang benar atau salah dalam ujian yang diberikan dan seiring pengembangan mungkin juga akan mampu mengidentifikasi mengapa mereka memilih cara tersebut.

Tim yang dipimpin oleh Chris Piech di Stanford menggunakan deep learning untuk melatih algortima pada kemampuan siswa dan jenis pertanyaan. Piech kepada New Scientist mengatakan bahwa akan menyenangkan ‘jika kita semua mampu membayar tutor yang benar-benar mahal untuk berpikir tentang apa yang harus kita pelajari, tetapi hal tersebut tentu saja tidak mungkin terjadi.

Untuk itu, sebuah perangkat lunak seperti yang sedang mereka kembangkan akan bisa membuat tutoring lebih mudah diakses dengan mengidentifikasi area yang sulit dan menemukan cara untuk memperbaikinya.

Chris Piech dan timnya telah menerima masukan lebih dari 1,4 juta jawaban dan skor siswa untuk masalah matematika dari platform pembelajaran online Khan Academy. Sistem tersebut juga telah dilatih Recurrent Neural Networks untuk membedakan antara berbagai jenis masalah matematika, termasuk yang melibatkan akar kuadrat dan kemiringan grafik.

Untuk diketahui masih sangat sedikit yang menggunakan deep learning  untuk melacak kemajuan siswa dan model yang dikembangkan oleh Piech melakukannya dengan tingkat akurasi yang tinggi, memprediksi dengan benar apakah seorang siswa perlu mendapatkan latihan benar atau salah baru sampai 85 persen dari waktu. Di atas kerta, Deep Knowledge Tracing, sistem yang dikembangkan tersebut dapat membuat pendidikan lebih murah dan lebih mudah diakses.

Dengan melacak kemajuan dari waktu ke waktu menggunakan knowledge tracing software dapat mengembangkan gambaran keseluruhan dari kemampuan belajar siswa dan menyesuaikan sumber daya pendidikan yang sesuai.

Intinya sistem yang dikembangkan ini adalah sistem yang akan mampu memahami kemampuan belajar individu siswa. Sitem ini diharapkan nantinya bisa membuat belajar siswa lebih mudah dan murah serta lebih terjangkau.

Sumber: Daily Mail

Sumber Foto: Getty Images