Browser Edge Microsoft Simpan Data Private Browsing

microsoft-edge-surface-pro-3-640x360

Ketika browser Microsoft Edge hadir di musim panas tahun 2015 yang lalu bersama Windows 10, hal tersebut dipandang sebagai sebuah langkah maju karena menggabungkan fitur baru seperti Cortana Assist bersama trik yang telah menjadi populer di tempat lain, seperti Reading List dan mode penjelajahan InPrivate baru.

Namun penelitian baru menunjukkan bahwa penjelajahan InPrivate mungkin tidak sepribadi seperti yang terlihat. Menurut investigasi oleh peneliti Ashish Singh, website yang dikunjungi dengan mode penjelajahan InPrivate dapat dengan mudah pulih dari hard drive pengguna dengan memeriksa file webcache. Situs yang dikunjungi disimpan dalam tabel Container_n yang sama dengan tempat menyimpan history tab dari mode penjelajahan konvensional.

Dengan memeriksa tabel tersebut seorang penyerang akan mampu merekonstruksi seluruh riwayat browsing pengguna, baik dalam mode private maupun konvensional. Menurut Ashish Singh browsing tidak begitu pribadi yang ditampilkan oleh Edge tersebut membuat tujuannya gagal.

The Verge yang mencoba menjelajahi file webcache pada komputer Windows 10, bisa mengkonfirmasi sebagian hasil investigasi Singh, namun tidak dapat menemukan lokasi tabel Container_n atau memulihkan sejarah web lengkap dari sesi private.

Browser Edge bukan yang pertama kali yang mengalami hal tersebut. Pada tahun 2010, peneliti Stanford menemukan bahwa mode private browsing di Firefox, Chrome, Safari dan Internet Explorer juga rentan terhadap penyerang lokal melalui sejumlah serangan.

Dihubungi untuk dimintai komentar atas peristiwa tersebut, Microsoft mengkonfirmasi sedang menyelidiki temuan Singh. Mereka mengatakan bahwa sudah menyadari laporan yang mengklaim tab InPrivate tidak bekerja seperti yang dirancang dan Microsoft berkomitmen untuk menyelesaikan secepat mungkin.

Sumber: The Verge

Sumber Foto: PC Tablet