Digital Parenting: Anak dan Orangtua Bermain

130722193728-parenting-empty-threats-story-top

Gangguan teknologi terus menjadi tantangan untuk orang tua dan anak-anak mereka. Namun, ibu dan ayah cerdas yang bisa memanfaatkan teknologi untuk membantu mereka menjadi orang tua yang mereka cita-citakan. Tahun ini, berkat aplikasi dan situs yang semakin canggih, teknologi akan menjadi kurang menganggu dan lebih bisa menjadi enabler untuk menciptakan kehidupan keluarga yang lebih baik.

Ada pola unik dalam bagaimana orang tua menggunakan teknologi. Lebih dari setengah dari pencarian yang berkaitan dengan orangtua di Google dilakukan pada ponsel dan mereka yang baru menjadi orangtua hampir tiga kali lebih mungkin sebagai nonorang tua untuk menggunakan smartphone sebagai perangkat web browsing utama mereka.

Pencarian di ponsel yang berkaitan dengan pengasuhan telah tumbuh sebesar 25 persen dalam dua tahun terakhir saja. Bagi orang tua baru, teknologi menawarkan jalan pintas untuk tugas-tugas mereka.

Sama hal dengan mesin cuci piring yang membebaskan perempuan dari dapur, demikian juga aplikasi yang mengambil alih beberapa pekerjaan kusam orangtua (penjadwalan, pencatatan) sehingga memungkinkan ibu dan ayah untuk terlibat dalam waktu klise, tetapi berkualitas dengan anak-anak mereka.

Aplikasi seperti Mumsnet’s new Baby Bundle menawarkan alat pemantauan cerdas dan pelacak untuk kehamilan dan perkembangan anak. Nasihat yang ada di dalam aplikasi ini adalah anugerah untuk orangtua yang khawatir di tengah malam. Lebih krusial lagi, tidak seperti buku parenting kuno, aplikasi ini juga cepat menghubungkan orangtua dengan komunitas, menawarkan dukungan, baik ahli maupun peer-to-peer sehingga dengan demikian meredakan salah satu efek samping terburuk dari orang tua baru, yaitu isolasi.

Kemajuan teknologi medis membawa independensi yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk keluarga. Contohnya aplikasi Share, aplikasi baru yang dibuat oleh sebuah perusahaan bernama DexCom ini  bisa memantau kadar glukosa darah dari jarak jauh dengan cara mengirimkan pembacaan dari sensor yang ditanamkan di lengan.

Hal ini berarti parenting di zaman digital sudah sangat mudah. Namun bukan berarti orangtua sepenuhnya harus menggantungkan pola pengasuhan anak dan keluarga ke aplikasi. Orangtua tetap harus menyediakan waktu untuk anak-anak mereka, menghabiskan waktu bersama, bermain dan lainnya. Aplikasi dan teknologi hanyalah alat bantu yang bisa berakibat negatif jika terlalu diandalkan.

Sumber: Telegraph

Sumber Foto: CNN