Friend Finder Facebook Melanggar Hukum

This January 30, 2014 photo taken in Washington,DC, shows the splash page for the social media internet site Facebook. AFP PHOTO / Karen BLEIER (Photo credit should read KAREN BLEIER/AFP/Getty Images)

Pengadilan tertinggi Jerman telah menyatakan bahwa fitur yang mendorong pengguna Facebook untuk memasarkan jaringan media sosial tersebut ke teman yang ada di daftar kontak mereka melanggar hukum. Keputusan tersebut berarti mengonfirmasi atau menyetujui putusan dua pengadilan sebelumnya yang lebih rendah.

Panel pengadilan federal memutuskan bahwa fitur Friend Finder Facebook, sebuah fitur promosi merupakan bentuk iklan intimidasi dalam kasus yang diajukan pada tahun 2010 oleh Federation of German Consumer Organisations (VZBV).

Fitur Friend Finder Facebook tersebut mengajak pengguna untuk memberikan izin untuk menyedot alamat email dari teman-teman atau kontak dalam buku alamat pengguna yang pada gilirannya memungkinkan jaringan sosial Facebook untuk mengirim undangan ke pengguna non-Facebook untuk bergabung ke layanan Facebook.

Pengadilan menyimpulkan hal ini adalah praktik pemasaran yang menipu dan membenarkan keputusan dua pengadilan yang lebih rendah di Berlin pada tahun 2012 dan 2014 yang telah menemukan bahwa Facebook telah melanggar undang-undang tentang perlindungan data Jerman dan praktik perdagangan yang tidak adil. Pengadilan federal juga mengatakan bahwa Facebook tidak cukup menginformasikan pengguna tentang bagaimana Facebook menggunakan data di kontak mereka.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Facebook di Jerman mengatakan sedang menunggu untuk menerima keputusan resmi dan akan mempelajari temuan untuk menilai dampak pada layanan Facebook.

VZBV menyambut putusan tersebut dan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa hal ini akan memiliki implikasi untuk layanan lain di Jerman yang menggunakan fitur yang sama seperti Friend Finder Facebook. Dengan diputus melanggar hukum, fitur Friend Finder Facebook kemungkinan harus dihapus dari Facebook di Jerman.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: Getty Images