Media Sosial Merusak Rasa Percaya Diri Perempuan

An Instagram employee displays Instagram's new video function at Facebook's corporate headquarters during a media event in Menlo Park, California on June 20, 2013. AFP Photo /Josh EDELSON        (Photo credit should read Josh Edelson/AFP/Getty Images)

Apakah setiap menggulir feed di Instagram Anda segera merasa seolah-olah semua orang yang diikuti memiliki rambut yang sempurna, kulit sempurna, dan mereka hidup di dunia yang fotogenik?

Meskipun filter foto  dan ketidakaslian yang dipertontonkan kemungkinan menjadi alasan untuk posting yang tampaknya sempurna, adalah mudah untuk mengasumsikan semua orang di media sosial memiliki hidup yang sempurna. Menurut penelitian terbaru, budaya visually-driven mungkin dapat merusak harga diri Anda, terutama perempuan.

Menurut studi baru dari Weight Watchers Inggris, perempuan mengkritik diri mereka sendiri setidaknya delapan kali sehari. Kritik pertama perempuan kepada diri mereka sendiri datang sebelum sebagian besar orang bahkan belum meminum cangkir pertama kopi mereka.

Empat puluh enam persen perempuan yang disurvei mengaku mengkritik diri mereka sebelum pukul 09:30! Sebesar 89 persen dari mereka yang berpartisipasi dalam survei tersebut mengatakan bahwa  mereka sering memberikan pujian kepada orang lain dengan cara yang mereka tidak akan pernah berikan kepada diri mereka sendiri.

Studi baru yang disebut dengan #WomanKind dilakukan oleh Weight Watchers Inggris dan mensurvei 2.000 perempuan Inggris untuk mengetahui mengapa perempuan begitu keras kepada diri mereka sendiri. Menariknya, studi tersebut menemukan hal tersebut sebenarnya merupakan praktik budaya visual dan normal, seperti memeriksa Instagram yang merupakan kekuatan pendorong utama yang membuat perempuan begitu keras pada diri mereka sendiri.

Penelitian Weight Watchers menunjukkan bahwa menjadi tidak ramah terhadap diri sendiri telah menjadi tema yang mendasari perempuan selama bertahun-tahun, namun satu set kondisi budaya yang sangat modern telah meningkatkan intensitas ketidakramahan tersebut menjadi sulit untuk dihindari. Ini artinya apa yang dilihat perempuan di media sosial makin menambah kurang percaya diri perempuan tersebut sebab melihat banyak orang lain yang tampil sempurna meskipun tampilan yang sempurna tersebut belum tentu asli. Rasa percaya diri perempuan makin rusak sebab melihat banyak yang lebih sempurna di media sosial.

Sumber: Weight Watchers

Sumber Foto: Getty Images