Online Dating: Hati-hati Sextortion

120110035855-online-dating-couple-hands-laptop-story-top

Selain scam, risiko lain dari online dating atau kencan online adalah sextortion. Sextortion bisa dikatakan relatif baru dalam ekspolitasi online, namun menarik perhatian karena menggunakan media seperti pemerasan untuk mendapatkan konten seksual (foto / video), memperoleh uang dari korban atau terlibat dalam seks dengan korban melalui paksaan.

Pelaku membujuk korban untuk mengambil foto dan video eksplisit diri mereka sendiri dan kemudian mengancam untuk membagikannya kepada teman mereka di Facebook atau Skype jika mereka tidak membayarkan uang atau membantu mereka mencuci uang.

Wayne Mei, seorang administrator yang memberikan saran kepada mereka yang mabuk kepayang karena cinta di situs ScamSurvivors mengatakan bahwa ia melihat banyak kasus sextortion akhir-akhir ini. Ia memperoleh sekitar 30 permohonan bantuan sehari yang biasanya berasal dari orang-orang muda yang mengirim foto pribadi mereka ke pertandingan montok ala Tinder yang ternyata kemudian menjadi korban pemerasan.

Ada juga laporan perekrutan pemuda online untuk bergabung dengan ISIS menggunakan sentimen asmara dan pernikahan sebagai rayuan. Wanita muda, khususnya di negara Barat dijanjikan jihottie (pelaku jihad keren) yang bisa mereka pilih untuk jadi suami. Pria muda ditawarkan istri yang menarik dan setia yang tak mungkin mereka miliki tanpa uang atau status sosial yang bagus.

Untuk Anda yang melakukan online dating tentu risiko ini bisa hadir kapan saja. Terlebih karena berkaitan dengan perasaan cinta sehingga hal-hal yang terasa sangat tidak masuk akal akan menjadi biasa, seperti melakukan adegan tanpa busana melalu webcam atau via Skype. Korban lain mungkin diminta untuk memfoto bagian-bagian vital tubuh mereka dan kemudian mengirimkannya ke pelaku tanpa sadar suatu waktu pelaku bisa menggunakan foto dan video untuk memperoleh uang dari korban.

Bagaimanapun cinta dan butuhnya Anda terhadap jodoh, kehati-hatian haruslah selalu dikedepankan karena setelah jadi korban Anda akan tahu betapa sulitnya keluar dari kesalahan yang Anda lakukan.

Sumber: The New York Times

Sumber Foto: CNN