Perusahaan Teknologi Dituduh Memanfaatkan Pekerja Anak

child-labor-to-a-samsung-supplier-rappler-20140714

Perusahaan teknologi besar dunia, termasuk Apple, Samsung, Sony dan Microsoft, telah dituduh memanfaatkan pekerja anak. Sebuah penyelidikan oleh organisasi hak asasi manusia Amnesty International dan African Resources Watch mengklaim bahwa anak-anak mulai dari usia tujuh tahun dan seterusnya terlibat dalam pertambangan cobalt di Republik Demokratik Kongo.  Cobalt tersebut pada akhirnya menemukan jalan untuk menjadi bahan pembuat perangkat elektronik buatan Apple, Samsung dan Volkswagen .

Republik Demokratik Kongo menghasilkan setidaknya 50 persen dari kebutuhan cobalt dunia yang digunakan dalam baterai lithium iron yang mentenagai perangkat smartphone dan mobil listrik.

Amnesty International menunjukkan titik-titik tempat cobalt ditambang dengan dukungan pekerja anak kemudian dijual kepada anak perusahaan mineral raksasa China, Huayou Cobalt. Dokumen investor menunjukkan bahwa cobalt yang telah diproses dijual ke tiga produsen komponen baterai di China dan Korea Selatan yang kemudian memasok ke perusahaan yang mengaku menjual baterai untuk perusahaan seperti Apple, Microsoft, Samsung, Sony, Daimler dan Volkswagen.

Menurut laporan tersebut hanya satu perusahaan mengakui adanya hubungan tersebut, sementara empat lainnya tidak dapat mengatakan dengan pasti apakah mereka membeli cobalt dari Republik Demokratik Kongo atau Huayou Cobalt. Enam perusahaan termasuk Sony mengatakan mereka sedang menyelidiki klaim tersebut. Lima perusahaan membantah hubungan dengan Huayou Cobalt, meskipun mereka terdaftar sebagai pelanggan dalam dokumen perusahaan.

Apple dan Samsung telah membantah klaim Amnesty International dan mengatakan mereka sangat ketat mengaudit pemasok lokal dan tidak mentolerir pekerja anak di setiap tingkat rantai pasokan.

Menurut Amnesty International tidak ada perusahaan yang mampu memberikan verifikasi memuaskan dari mana cobalt dalam baterai mereka berasal. Setidaknya ada 40 jenis mineral dan logam yang digunakan untuk produksi smartphone, termasuk tembaga, cobalt, aluminium, emas, perak, tungsten dan timah. Beberapa berasal dari sumber daur ulang, tetapi kebanyakan ditambang.

Sumber: Telegraph

Sumber Foto: Rappler