Sulit Tidur? Dokter Mungkin akan Menanyakan Penggunaan Media Sosial

trouble-sleep-magnesium

Bila Anda melakukan konsultasi ke dokter karena susah tidur, bersiaplah atas pertanyaan penggunaan media sosial dari dokter yang Anda kunjungi. Mengapa demikian? Karena penggunaan media sosial bisa menyebabkan susah tidur.

Orang dewasa muda yang menghabiskan banyak waktu di media sosial dalam sehari atau sering memeriksa media sosial sepanjang minggu lebih mungkin untuk menderita gangguan tidur daripada rekan-rekan mereka yang kurang menggunakan media sosial. Hal ini diungkapkan oleh penelitian baru dari University of Pittsburgh School of Medicine.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa dokter harus mempertimbangkan untuk menanyakan kepada pasien dewasa muda tentang kebiasaan mereka menggunakan media sosial ketika menilai masalah sulit tidur.

Menurut Jessica C. Levenson, Ph.D dari Pitt’s Department of Psychiatry hasil penelitian tersebut adalah salah satu dari potongan pertama dari bukti bahwa penggunaan media sosial benar-benar dapat memengaruhi tidur. Hal ini secara unik memperlihatkan hubungan antara penggunaan media sosial dan tidur di antara orang dewasa muda yang bisa dibilang merupakan generasi pertama yang tumbuh dengan media sosial.

Pada tahun 2014, Dr. Levenson dan rekan-rekannya meneliti sampel 1.788 orang dewasa AS usia 19 sampai dengan 32 tahun dengan menggunakan kuesioner untuk menentukan penggunaan media sosial. Kuesioner ditanya tentang 11 platform media sosial yang paling populer pada saat itu, yaitu Facebook, YouTube, Twitter, Google Plus, Instagram, snapchat, Reddit, Tumblr, Pinterest, Vine dan LinkedIn.

Rata-rata, secara total para peserta menggunakan media sosial selama 61 menit per hari dan mengunjungi akun berbagai media sosial 30 kali per minggu. Penilaian tersebut menunjukkan bahwa hampir 30 persen dari peserta memiliki tingkat gangguan tidur yang tinggi.

Para peserta yang dilaporkan paling sering memeriksa media sosial sepanjang minggu tertentu memiliki kemungkinan gangguan tidur tiga kali lebih banyak daripada mereka yang kurang memeriksa media sosial. Peserta yang menghabiskan total waktu paling lama di media sosial sepanjang hari memiliki dua kali risiko gangguan tidur dibandingkan dengan rekan-rekan yang menghabiskan lebih sedikit waktu di media sosial.

Nah, agar Anda tidak mengalami gangguan tidur, ada baiknya Anda segera mengurangi kunjungan ke media sosial

Sumber: University Of Pittsburgh

Sumber Foto: CNN