AS dan Eropa Gagal Penuhi Tenggat Waktu Data Transfer

eu-flag2

Para pejabat Amerika dan Eropa gagal mencapai kesepakatan atas bagaimana data digital, termasuk informasi keuangan dan posting-an media sosial dapat ditransfer antara kedua wilayah. Meskipun ada pembicaraan di menit-menit akhir, kedua belah pihak tetap tidak sepakat pada detail khusus yang diperlukan untuk menyetujui kesepakatan yang komprehensif. Tanpa kesepakatan, perusahaan yang secara teratur memindahkan data, termasuk raksasa teknologi seperti Google dan perusahaan nonteknologi seperti General Electric, bisa berada dalam wilayah hukum abu-abu.

Pejabat Eropa dan Amerika memiliki waktu sampai hari Minggu malam yang lalu untuk memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan oleh lembaga privasi nasional Eropa. Dengan tenggat waktu terus mendekat, kedua belah pihak berharap untuk menyetujui kesepakatan yang luas sebelum regulator nasional Eropa bertindak pada Rabu (3/2-2016).

Para negosiator mengatakan masih terdapat poin penting (yang belum disetujui) termasuk bagaimana data Eropa akan dilindungi dari pengawasan oleh pemerintah Amerika dan bagaimana Eropa dapat mencari upaya hukum di pengadilan Amerika serta tidak ada pihak yang bisa menjamin hasil akhir.

Aturan yang mengatur transfer data online telah menjadi isu penting bagi banyak perusahaan. Facebook dan Google, misalnya, menggunakan informasi tersebut untuk membantu menyesuaikan iklan yang penting bagi bisnis mereka. Banyak perusahaan nonteknologi, seperti G.E. memindahkan data yang terkait dengan pelanggan dan karyawan mereka, serta bagaimana produk mereka digunakan.

Untuk diketahui, negosiasi antara AS dan Eropa dimulai tiga bulan lalu setelah pengadilan tertinggi Eropa membatalkan perjanjian transfer data berusia 15 tahun yang disebut Safe Harbor. Para hakim pengadilan tertinggi Eropa memutuskan bahwa data Eropa tidak cukup dilindungi ketika ditransfer ke Amerika Serikat.

Negosiator Eropa dan Amerika telah berbicara selama bertahun-tahun tentang perjanjian baru, tetapi keputusan pengadilan yang mulai berlaku segera membuat perlunya tindakan segera. Dalam beberapa pekan terakhir, para pejabat Amerika telah menawarkan sejumlah konsesi untuk rekan-rekan mereka di Eropa meliputi peningkatan pengawasan atas akses badan-badan intelijen Amerika terhadap data Eropa.

Para pejabat Amerika juga telah mengusulkan pembentukan data ombudsman di Departemen Luar Negeri AS. Kantor tersebut akan memberikan Eropa titik kontak langsung ke Amerika Serikat jika mereka percaya instansi pemerintah telah menyalahgunakan data mereka. Eropa juga dapat mencari arbitrase langsung dengan perusahaan-perusahaan Amerika yang mereka tuduh secara tidak sah menggunakan informasi digital mereka.

Update: The New York Times beberapa jam yang lalu melaporkan bahwa AS dan Eropa akhirnya sepakat mengenai perjanjian data transfer yang baru atau Safe Harbor yang baru. Namun mungkin kesepakatan tersebut akan menuai gugatan.

Sumber: The New York Times

Sumber Foto: First Post