Enkripsi Bagus untuk Melakukan Pengawasan?

_87838523_encryption

Ketika perusahaan Silicon Valley seperti Apple dan Google menutup pintu untuk mata-mata dengan enkripsi, jendela lain akan terbuka.

Itulah kesimpulan dari beberapa mantan pejabat pemerintah, akademisi dan para pendukung privasi dalam sebuah Harvard’s Berkman Center for Internet and Society yang dirilis pada hari Senin yang lalu.

Laporan dari studi tersebut berpendapat bahwa meskipun ada pembicaraan bahwa enkripsi yang diterapkan Apple dan Google menghalangi keamanan nasional, perusahaan tersebut sebenarnya menciptakan banyak teknologi baru yang akan membuat pengawasan lebih mudah.

Hal tersebut merupakan sebuah temuan penting karena penulis studi tersebut meliputi beberapa penegak hukum seperti Matthew G Olsen, mantan direktur Pusat Kontra Terorisme Nasional (National Counterterrorism Center) bagi pemerintahan Obama yang kini menjadi eksekutif di IronNet Cybersecurity, sebuah startup yang didirikan oleh mantan direktur Badan Keamanan Nasional (National Security Agency) Jenderal Keith Alexander.

Banyak aparat penegak hukum Amerika Serikat termasuk direktur FBI, James Comey menekan perusahaan teknologi untuk memastikan mereka dapat mengakses komunikasi pengguna bahkan jika mereka dienkripsi saat pengguna berselancar di internet. Aparat penegak hukum sering menyebut masalah dengan sebutan going dark.

Menurut penelitian tersebut going dark adalah metafora yang salah. Laporan tersebut meragukan apakah going dark membuat kemampuan untuk secara efektif melakukan pengawasan penjahat dan aktor yang buruk menjadi tidak mungkin. Itu artinya, meskipun perusahaan di Silicon Valley bersikeras melakukan enkripsi selalu ada celah baru untuk melakukan pengawasan.

Kontributor penelitian tersebut termasuk ahli cybersecurity termasyhur Bruce Schneier, mantan analis privasi Senior Google Susan Landau dan pejabat pemerintah saat ini yang tidak bisa disebutkan namanya karena pekerjaan sehari-hari mereka.

Ada beberapa alasan bahwa enkripsi tidak seburuk yang diperkirakan oleh penyidik. Pertama, enkripsi bergantung pada matematika yang kompleks, sangat sulit untuk dilaksanakan dengan benar. Lebih penting bagi perusahaan teknologi, enkripsi bisa memengaruhi kemampuan mereka menambang konten pengguna untuk iklan tertarget yang lebih baik. Selain itu, konsumen dapat mengadopsi aplikasi pesan terenkripsi, tetapi mereka bekerja pada ponsel dan komputer yang menjalankan perangkat lunak yang kurang aman. Hal ini sering dapat membuka pintu bagi pengintip.

Perlu juga diketahui bahwa terdapat sisi terang. Ketika perusahaan teknologi memusatkan perhatian mereka pada pembuatan produk konsumen yang lebih pintar dengan menghubungkan mereka ke internet, mereka semakin membuka jendela pengintai baru. Misalnya, apa baiknya panggilan telepon yang dienkripsi jika penyidik ​​pemerintah dapat mendengarkan panggilan melalui mikrofon di smart TV di ruang yang sama?

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: BBC