Facebook dan Belgia Bersengketa karena Bahasa

This January 30, 2014 photo taken in Washington,DC, shows the splash page for the social media internet site Facebook. AFP PHOTO / Karen BLEIER (Photo credit should read KAREN BLEIER/AFP/Getty Images)

Facebook dan Belgia terus berperang satu sama lain atas tuduhan pelacakan Facebook terhadap nonpengguna melanggar hukum privasi data Uni Eropa. Facebook baru saja melakukan banding dengan memberikan argumen, antara lain merujuk kepada penggunaan dari kata cookie dalam keputusan pengadilan Belgia.

Dalam keputusan pada bulan November 2015, pengadilan Belgia memberi Facebook waktu 48 jam untuk menghentikan pelacakan nonpengguna atau menghadapi denda sampai 250.000 ribu euro per hari. Facebook mengajukan banding di mana Facebook mengklaim bahwa putusan pengadilan melanggar hukum Belgia karena berisi kata-kata bahasa Inggris seperti cookie, homepage dan browser.

Hukum Belgia menyatakan bahwa semua putusan pengadilan harus dalam bahasa Perancis, Belanda atau Jerman yang merupakan bahasa resmi negara. Oleh karena dalam keputusan pengadilan terhadap Facebook terdapat kata cookie, homepage, dan browser yang merupakan bahasa InggrisFacebook berpendapat bahwa keputusan pengadilan tidak valid.

Facebook mengatakan bahwa kesalahan bahasa tersebut merupakan salah satu klaim dari banyak klaim yang jauh lebih besar. Facebook juga mengingatkan bahwa kantor pusat Eropa Facebook ada di Irlandia yang berada di luar yurisdiksi pengadilan.

Tentu saja banding Facebook yang mengikutsertakan penggunaan bahasa ini menarik. Tampaknya Facebook mencari celah dari keputusan pengadilan yang memberatkan mereka karena terbukti melakukan pelacakan terhadap pengguna internet yang bukan pengguna Facebook.

Kasus ini diajukan oleh Belgium Privacy Commission bulan Juni 2015 yang menuduh Facebook melakukan pelacakan pengguna tanpa izin mereka, termasuk melacak pengguna internet yang pengguna jaringan sosial Facebook.

Esensi dari keputusan pengadilan adalah Facebook harus menghentikan pelacakan nonpengguna dengan menggunakan cookie di situs mereka atau menghadapi denda. Namun Facebook melakukan banding dan berupaya melihat sisi lemah keputusan tersebut dari sisi bahasa yang digunakan karena hukum Belgia mensyaratkan penggunaan bahasa Perancis, Belanda atau Jerman dalam keputusan.

Sumber: Telegraph

Sumber Foto: Getty Images