Google Perluas Jangkauan Hak untuk Dilupakan

_75193442_google

Hak untuk dilupakan sudah cukup lama berlaku di negara-negara Uni Eropa. Google yang merupakan mesin pencari yang paling banyak menerima aduan link yang ingin dihapus oleh pengguna sejauh ini baru memberlakukan penghapusan link di negara yang melakukan permintaan dengan versi mesin pencari negara tersebut. Akibatnya, link tersebut masih bisa ditemukan di hasil pencarian dengan versi mesin pencari berbeda, misalnya jika penghapusan link dilakukan oleh Google di Inggris, link yang dihapus tetap bisa ditemukan ketika melakukan pencarian dengan mesin pencari versi Prancis yang dilakukan di Inggris.

Uni Eropa tahun lalu meminta Google untuk melakukan langkah yang lebih maju dengan menghapus link di semua versi Google di negara-negara EU sehingga link yang dihapus tidak bisa ditemukan lagi di berbagai versi mesin pencari Google. Keinginan ini dipenuhi oleh Google dengan memperluas jangkauan hak untuk dilupakan

Google mengatakan akan menyembunyikan konten yang dihapus di bawah hak untuk dilupakan dari semua versi dari mesin pencari jika dilihat dari negara di mana penghapusan disetujui. Di bawah ketentuan hak untuk dilupakan warga Uni Eropa dapat meminta mesin pencari untuk menghapus informasi tentang mereka. Dengan kebijakan tersebut, link yang disetujui oleh Google untuk dihapus, tidak lagi muncul di berbagai versi mesin pencari yang dilihat dari negara di mana Google menyetujui untuk menghapus link.

Misalnya sebuah link yang dihapus di Jerman dengan versi mesin pencari google.de, link yang dihapus tersebut disembunyikan di versi lain mesin pencari Google, baik versi Inggris, Belanda, atau Prancis jika dilihat dari asal negara ketika penghapusan link disetujui.

Setujunya Google untuk menghapus link di semua versi mesin pencari Google di negara Uni Eropa ini merupakan kemajuan yang cukup signifikan dalam penerapan hak untuk dilupakan. Namun demikian, belum tentu setiap link yang ingin dihapus akan disetujui oleh Google. Google terlebih dahulu akan mempertimbangkannya dengan melibatkan banyak ahli karena adanya kekhawatiran terhadap kebebasan berekspresi di internet.

Sumber: BBC