Hakim Perintahkan Apple untuk Membuka Enkripsi iPhone

_87838523_encryption

Seorang hakim AS telah memerintahkan Apple untuk membantu penyelidik federal mengekstrak informasi yang terkunci pada iPhone milik salah satu yang diduga pelaku penembakan massal di San Bernardino, California.

Keputusan tersebut membuat Apple harus menyediakan teknologi untuk FBI agar bisa memotong fitur yang secara otomatis akan menghapus data di telepon setelah 10 kali upaya salah memasukkan password. Secara teoritis hal ini akan memungkinkan pemerintah untuk meng-crack perangkat melalui brute force.

Jaksa AS Eileen M. Decker dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa sejak serangan teroris di San Bernardino pada tanggal 2 Desember 2015 yang mengakibatkan tewasnya 14 orang yang tidak bersalah dan menghancurkan kehidupan banyak keluarga, kantornya dan mitra penegak hukum telah bekerja tanpa lelah untuk menginvestigasi kasus tersebut.

Direktur FBI James Comey mengatakan kepada Komite Intelijen Senat bahwa FBI tidak dapat mengakses isi dari ponsel milik Syed Rizwan Farook, yang, bersama-sama dengan istrinya Tashfeen Malik, diduga terlibat dalam penembakan. Ia mengatakan teknologi enkripsi yang semakin canggih pada perangkat berkontribusi terhadap munculnya fenomena yang disebut sebagai going dark sehingga membatasi kemampuan penegak hukum untuk menyelidiki kejahatan berat seperti pembunuhan, perdagangan narkoba dan pornografi anak.

Tim Cook, CEO Apple sebelumnya mengatakan bahwa ia menentang adanya back door  pada perangkat konsumen. Ia mengatakan usulan yang terkait dengan back door tersebut akan meninggalkan kunci perangkat di tempat terbuka dan mengundang hacking dan perilaku buruk lainnya. Menurut Tim Cook enkripsi adalah suatu keharusan di dunia sekarang ini.

Dalam dokumen pengadilan, Decker beragumen bahwa pemerintah membutuhkan bantuan Apple untuk menentukan, antara lain dengan siapa Farook dan Malik telah berkomunikasi untuk merencanakan dan melaksanakan penembakan dan ke mana orang-orang tersebut melakukan perjalanan sebelum dan setelah kejadian. Sejauh ini, FBI belum mampu untuk mencoba membuka kunci perangkat karena takut tersandung fitur hapus otomatis dan bisa kehilangan akses ke bukti potensial secara permanen.

Pemerintah berpendapat Apple memiliki kemampuan untuk memodifikasi perangkat lunak telepon untuk mematikan fungsi hapus otomatis tanpa bermain-main dengan enkripsi yang mendukung sistem operasi mobile iOS 9 di iPhone 5C milik terduga pelaku penembakan San Bernardino.

Apel memiliki waktu selama lima hari untuk mengajukan keberatan atas perintah tersebut, jika percaya bahwa menuruti perintah hakim tidak masuk akal dan memberatkan.

Sumber: Recode