Kasus Perkosaan Terkait Aplikasi Kencan Meningkat

1-online-dating

Anda sering menggunakan aplikasi kencan? Hati-hatilah karena kasus perkosaan terkait dengan aplikasi kencan meningkat.

Memadu asmara melalui situs atau aplikasi kencan adalah metode mapan bertemu “jodoh” di tahun 2016. Namun perlu diketahhui, cara tersebut juga semakin berisiko terkait dengan risiko perkosaan.

Di Inggris, perkosaan yang berhubungan dengan kencan online meningkat hampir enam kali lipat, dari 33 kasus pada 2009 menjadi 184 kasus di tahun 2014. Hal ini dilaporkan oleh sebuah laporan yang dirilis oleh Badan Kejahatan Nasional Inggris.

Jumlah tersebut tentu saja hanya sebagian kecil dari jumlah kencan online. Sebanyak tujuh juta warga Inggris saat ini terdaftar di situs kencan online. Namun peningkatan jumlah perkosaan menunjukkan bahwa pengguna perlu berpikir logis terkait dengan pertemuan dengan orang asing.

Menurut Badan Kejahatan Nasional Inggris, kencan online adalah cara mudah, nyaman dan relatif aman untuk membentuk hubungan. Namun hubungan yang dibangun sedemikian cepat melalui teks dan email juga memiliki sisi gelap karena layanan online juga memproduksi pelaku penyerangan seksual jenis baru. Pelaku tersebut cenderung tidak memiliki catatan kriminal dibandingkan dengan kebanyakan pemerkosa. Mereka memanfaatkan akses ke calon korban dan membangun kepercayaan sebelum pertemuan.

Sebagian besar serangan tersebut dilakukan selama pertemuan tatap muka pertama setelah kontak dilakukan melalui situs atau aplikasi kencan. Delapan puluh lima persen dari korban adalah perempuan.

Hubungan online cenderung lebih cepat mengalami kemajuan daripada offline dan keintiman emosional sering menyebabkan orang merasa bahwa mereka berada pada tahap yang lebih maju daripada suatu hubungan yang disebabkan karena bertemu di kehidupan nyata. Di lebih dari setengah dari perkosaan yang terkait dengan kencan online antara tahun 2003 dan 2015, komunikasi yang bersifat seksual didahului oleh pertemuan kehidupan nyata.

Badan Kejahatan Nasional Inggris juga khawatir bahwa jumlah serangan yang dilaporkan bukan merupakan refleksi dari jumlah kejahatan nyata yang terjadi. Itu artinya jumlah yang dilaporkan jauh lebih sedikit daripada jumlah yang sebenarnya terjadi. Sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2015 menunjukkan bahwa perkosaan masih merupakan kejahatan yang tidak dilaporkan.

Sumber: CNet