Perusahaan yang Paling Banyak Mengirim e-Mail Spam

spam_301510358810_640x360

e-Mail spam atau e-mail sampah masih menjadi masalah klasik yang sampai hari ini bisa dikatakan tidak juga teratasi. Meskipun penyedia layanan e-mail sudah memberikan bagian khusus untuk spam ini, namun tetap sesuatu yang aneh karena jumlahnya sangat cepat bertambah. Pertanyaannya adalah perusahaan apa saja yang sering mengirimkan emal sampah tersebut?

Baru-baru ini sebuah layanan, yaitu Unroll.Me merilis beberapa perusahaan yang merupakan pelanggar terburuk atau yang merupakan produsen email sampah paling banyak. Di antara pelanggar tersebut termasuk situs diskon dan penawaran, jaringan sosial dan situs e-commerce, termasuk Groupon, Facebook dan Gilt.

Unroll.Me merupakan sebuah aplikasi yang membantu orang menyingkirkan email yang mereka tidak inginkan atau email spam. Daftar dari Unroll.Me menunjukkan bahwa berbagai layanan mengirim lebih dari 300 email setahun untuk setiap pengguna.

Peringkat teratas dalam daftar perusahaan yang paling banyak mengirimkan email sampah tersebut adalah Groupon sebuah situs layanan penawaran yang mengirim rata-rata 388 email per pengguna. Perusahaan lain yang ada dalam top 10 adalah Living Social, Facebook, Twitter dan Gilt. Facebook mengirimkan rata-rata 310 email sampah  di per pengguna.

Laporan tahunan tersebut juga menunjukkan perusahaan terbanyak dipilih pengguna untuk berhenti berlangganan email dari perusahaan tersebut, yaitu StumbleUpon, Goodreads, Foursquare, Twitter dan Ticketmaster. StumbleUpon yang menduduki puncak dalam daftar memiliki tingkat berhenti berlangganan 43 persen.

Twitter merupakan satu-satunya perusahaan yang ada di kedua daftar tersebut. Twitter  mengirimkan 173 email sampah per pengguna tahun lalu dan mendapatkan permintaan berhenti berlangganan sebesar 35 persen.

Perlu diketahui, email spam yang tidak berbahaya layaknya email phishing, tetapi mereka mengganggu. Unroll.Me menghitung bahwa setiap email yang tidak diinginkan yang diterima pengguna tahun lalu membuat biaya rata-rata 64 detik.

Sumber: The Telegraph

Sumber Foto: First Post