Studi: Situs Mendiskriminasi Pengguna Browser TOR

Tor

Bila Anda menggunakan browser anonim seperti TOR untuk browsing di internet, Anda tidak selalu diperlakukan dengan perlakuan yang sama seperti pengguna yang menggunakan browser standar. Menurut sebuah makalah penelitian dari University of Cambridge, lebih dari 1 juta alamat IP yang sengaja mengurangi layanan yang mereka berikan kepada pengguna yang menggunakan browser TOR atau dalam beberapa kasus benar-benar menghalangi mereka (untuk menikmati layanan).

Sebagaimana diketahui TOR memperoleh reputasi buruk karena memungkinkan adanya pasar gelap seperti Silk Road dan juga hacker, tetapi dalam kenyataannya, browser TOR adalah untuk siapa saja yang ingin menggunakan web dan tahu bahwa mereka tidak sedang dilacak. TOR dapat digunakan untuk sejumlah alasan yang sah yang tidak melibatkan aktivitas ilegal.

Laporan tersebut menyatakan bahwa hampir 4 persen dari  top 1.000 peringkat situs Alexa sengaja mendiskriminasi pengguna Tor. Diskriminasi tersebut berarti mulai dari memblokir halaman atau utilitas, serta menambahkan lapisan otentikasi tambahan seperti persyaratan untuk mengisi CAPTCHA.

Bisa saja sebagian situs berpendapat, diskriminasi tersebut adalah murni sebagai upaya untuk membatasi serangan, namun tampaknya tidak adil untuk memblokir semua pengguna TOR.

Awal tahun ini, Tor memulai kampanye crowdfunding untuk bekerja, untuk mengurangi hubungannya dengan sumbangan pemerintah AS. Sebagaimana diketahui Edward Snowden memilih TOR sebagai browser pilihannya ketika berkomunikasi dengan pembuat film Laure Poitras tentang kebocoran NSA. Poitras menjelaskan bahwa TOR adalah alat penting yang dibutuhkan oleh orang-orang untuk melakukan apa yang mereka lakukan. TOR menumbuhkan kebebasan berbicara dan suara-suara independen.

Sumber: The Next Web