Undang-undang Pengawasan Massal Merusak Sektor Teknologi

surveillance_crop

Pengawasan massal tidak murah. Anggota Parlemen Inggris percaya bahwa rancangan undang-undang pengawasan massal yang diusulkan pemerintah untuk memantau komunikasi online bisa menempatkan sektor teknologi Inggris dalam risiko. Menurut mereka biaya mengumpulkan dan menyimpan data akan menempatkan beban berat pada perusahaan dalam industri teknologi.

Salah satu elemen yang paling diperdebatkan dalam RUU tersebut adalah persyaratan bagi penyedia layanan internet (ISP) untuk merekam setiap website yang dikunjungi pengguna dalam 12 bulan terakhir, meskipun bukan setiap halaman dalam setiap situs. Internet Connection Records (ICRS) akan membantu kepolisian dan keamanan melacak apa yang dilakukan pengguna di web dan membantu dalam investigasi.

Bukti dari ISP menunjukkan bahwa hal ini tidak dilakukan sebelumnya karena ISP tidak secara rutin mengumpulkan data tersebut. Pemerintah Inggris telah mengatakan akan memberikan 175 juta pound selama 10 tahun ke depan untuk menutupi biaya pengumpulan dan penyimpanan ICRS, tetapi ISP takut jumlah tersebut tidak akan cukup sehingga menempatkan model bisnis mereka dalam risiko.

Anggota parlemen Inggris juga menyatakan kekhawatiran bahwa RUU tersebut gagal untuk mengklarifikasi sejauh mana perusahaan akan diminta untuk menghapus enkripsi pada komunikasi pelanggan mereka, sesuatu yang secara teknis mungkin tidak layak dan berkolaborasi dengan hacking pemerintah bisa menyebabkan mereka kehilangan pelanggan.

Sumber: New Scientist