Anak 9 Tahun Ciptakan Aplikasi Carpooling

rsz_r0_188_5184_3103_w690_h388_fmax

Pada pandangan pertama, Emma Yap tidak terlihat seperti superhero. Anak perempuan berusia sembilan tahun, dari Killara di pantai utara Sydney, memakai seragam sekolah saat dia berdiri di samping layar di kantor pusat Google di Sydney. Ia diundang karena menciptakan sebuah aplikasi carpooling yang cukup inovatif.

Emma menciptakan Emma Wagon, aplikasi carpooling yang memungkinkan orang tua yang telah diverifikasi oleh sekolah mengatur perjalanan satu sama di weekdays dan untuk kegiatan di akhir pekan.

Aplikasi tersebut ia rancang dalam waktu 12 minggu sebagai bagian dari kompetisi tahunan Next Tech Girl Superhero. Kompetisi tersebut memungkinkan siswa perempuan berpasangan dengan mentor dalam bisnis dan teknologi untuk membantu mereka mengidentifikasi masalah dalam hidup mereka, merancang sebuah aplikasi untuk menyelesaikannya, dan memulai perusahaan mereka sendiri untuk mewujudkannya.

Dengan bantuan guru science-nya dan percakapan mingguan dengan mentor, aplikasi Emma menjadi finalis NSW. Siswa perempuan setingkat SMP tersebut adalah yang termuda dalam kompetisi yang akhirnya dimenangkan oleh sekelompok perempuan dari sekolah tinggi Queensland.

Ibu Emma, ​​Michele Tjeuw, mengatakan bahwa ia dan suaminya, Alan Yap tidak berasal dari latar belakang teknologi. Mereka memberi inspirasi untuk aplikasi tersebut ketika mereka mengalami kesulitan mengatur transportasi untuk Emma di Science Club, klub setelah sekolah yang ingin diikuti Emma.

Dengan adiknya Hannah berusia 6 tahun Emma mengatakan aplikasinya memecahkan masalah yang dihadapi banyak keluarga. Langkah berikutnya bagi Emma adalah agar aplikasi rancangannya tersebut tersedia untuk download. Ia menambahkan bahwa ketika ada banyak orang yang menggunakan mobil padahal di dalam mobil tersebut hanya satu atau dua orang, mereka dapat memanfaatkan carpool dan mengurangi polusi serta mobil di jalan sehingga membuat jalan tidak macet.

Apa yang dilakukan Emma tersebut adalah sebuah kemajuan yang sangat bagus untuk anak usia 9 tahun. Anak-anak Indonesia seharusnya juga bisa memanfaatkan teknologi untuk mengatasi berbagai masalah di sekitar mereka, layaknya Emma.

Sumber: theoptimist.com.au