AS dan Uni Eropa Rilis Kesepakatan Baru Data Transfer

eu-flag2

Para pejabat Amerika dan Eropa merilis rincian perjanjian transfer data trans-Atlantik yang baru dua hari yang lalu. Perjanjian baru tersebut mendorong babak baru perdebatan tentang bagaimana perusahaan seperti Google memindahkan informasi digital antara kedua daerah.

Pakta tersebut adalah versi resmi dari kesepakatan yang terjadi di awal Februari setelah negosiasi panjang dan melelahkan terhadap pembenahan aturan bagaimana raksasa teknologi seperti Facebook dan konglomerat lainnya seperti General Electric mencari, mengumpulkan dan mengelola data online, termasuk posting media sosial, search query dan pembelian e-commerce penduduk Uni Eropa.

Sebagai bagian dari perjanjian baru yang dikenal sebagai E.U.-U.S. Privacy Shield, perusahaan Amerika akan menghadapi aturan ketat atas bagaimana mereka memindahkan data digital publik dari Uni Eropa ke Amerika Serikat. Para pejabat Amerika juga telah sepakat untuk batasan baru pada kekuasaan badan-badan intelijen Amerika untuk mendapatkan akses ke informasi online Eropa ketika ditransfer ke Amerika Serikat.

Penny Pritzker, United States commerce secretary mengatakan dalam sebuah wawancara pada bulan Februari yang lalu bahwa AS memiliki struktur yang berbeda dengan Eropa, namun kedua belah pihak menawarkan perlindungan privasi yang kuat. Tantangannya adalah untuk menunjukkan kepada Eropa bagaimana sistem AS bekerja, karena AS tidak memiliki hukum privasi tunggal. Komisi Eropa, badan eksekutif Uni Eropa, juga memberikan dukungan resmi pada hari Senin yang lalu. Meskipun demikian perjanjian baru tersebut masih perlu diratifikasi oleh negara-negara anggota Uni Eropa.

Sumber: The New York Times