Brazil Tahan Eksekutif Facebook karena Gagal Serahkan Data

Apple bukan satu-satunya perusahaan yang berada dalam jerangan air panas terkait enkripsi. VP Facebook Amerika Latin, Diego Dzodan, ditahan oleh polisi Brazil setelah perusahaan gagal mematuhi perintah pengadilan untuk menyerahkan data pengguna Whatsapp. Sebagaimana diketahui WhatsApp dimiliki oleh Facebook.

Masalahnya adalah WhatsApp sepenuhnya mengenkripsi pesan antarpengguna dan tidak memiliki catatan pesan yang dikirim. Bahkan jika akses ke perangkat tertentu didapatkan, terlalu sulit untuk memecahkan enkripsi tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, WhatsApp mengatakan bahwa mereka tidak dapat memberikan informasi yang tidak mereka memiliki. WhatsApp bekerja sama dengan sepenuh kemampuan dan menghormati tugas penting dari penegakan hukum, namun sangat tidak setuju dengan keputusan (penahanan eksekutif mereka tersebut).

Facebook menerima perintah pengadilan untuk menyerahkan data empat bulan yang lalu. Data tersebut menurut pihak berwenang terkait dengan penyelidikan perdagangan narkoba. Pengadilan Brazil akhirnya mengeluarkan perintah tiga kali dan mulai mendenda Facebook sekitar 12.600 dollar AS karena tidak mematuhi perintah. Denda tersebut kemudian melonjak menjadi 253.000 dollar AS per hari bulan lalu dan pada tanggal 7 Februari yang lalu pengadilan mengeluarkan surat perintah penahanan Dzodan.

Penahanan tersebut terjadi setelah pihak berwenang Brasil menutup Whatsapp selama dua hari di bulan Desember 2015 karena alasan yang masih tidak jelas. Untuk diketahui, WhatsApp telah memiliki lebih dari 93 juta pengguna di Brazil.

Juru bicara Facebook mengatakan bahwa mereka kecewa dengan tindakan ekstrim dan tidak proporsional menahan seorang eksekutif Facebook sehubungan dengan kasus yang melibatkan WhatsApp, yang beroperasi secara terpisah dari Facebook.

Sumber: Engadget