Data pribadi dalam Layanan Ride Sharing

rsz_gojek

LAYANAN ride sharing seperti Go-Jek dan Grab sempat menjadi sorotan karena masalah keamanan dan privasi.

Terutama kemungkinan kebocoran data pribadi para pelanggan. Sebab, sejumlah pengguna melaporkan gangguan dari segelintir pengendara ojek online yang nakal, seperti dikirim SMS yang tidak pantas. Dan satu yang menjadi sorotan celah keamanan yang terdapat pada Go-Jek beberapa waktu lalu adalah bocornya data pribadi. Sebenarnya tidak hanya Go-Jek saja, berbagai layanan ride sharing lainnya seperti Grab juga menyimpan potensi kebocoran data pelanggan.

Hal itu disampaikan oleh Co-founder ICT Watch dan penggiat program Internet Sehat Donny BU. Menurutnya, startup yang memberikan layanan publik dan butuh syarat data pribadi wajib memperhatikan data pribadi pengguna. Tak hanya soal teknis layanannya, tetapi juga edukasi kepada para mitranya. Donny juga menyoroti bagaimana mitra ride sharing “mengganggu” penggunanya dengan mengirimkan SMS tengah malam. Hal tersebut terkesan sepele bagi sebagian orang, tapi jika data tersebut jatuh ke tangan orang yang berniat buruk bisa merupakan hal yang fatal.

Menurutnya, untuk meminimalisir penyalahgunaan data pribadi penyedia layanan bisa memanfaatkan teknologi VoIP atau cloud communication. Pengguna tidak perlu mengumbar data sensitif sekalipun untuk menikmati layanan berbasis ride sharing ini. Selain dari segi penyedia layanan, kebocoran data juga bisa disebabkan oleh kelalaian pribadi atau diri sendiri. Oleh sebab itu Donny menyarankan sebaiknya sebelum menggunakan layanan berbasis ride sharing harus dipahami dulu kredibilitas layanan dan penyedia layanan yang digunakan.

“Masyarakat sebaiknya pahami dulu kredibilitas dari layanan dan penyedia layanan yang akan digunakan. Jangan tergiur aneka hal yang sifatnya gratis atau memudahkan. Jika barternya adalah data pribadi atau jika perlu memasukkan data pribadi, batasi benarbenar. Tidak semua data pribadi harus apa adanya. Beberapa hal yang krusial jika bisa, samarkan saja,” katanya. Dan yang terpenting, sebut Donny, masyarakat pengguna harus kritis, memahami untuk tujuan apa data pribadinya diminta dan bagaimana perlindungannya.

”Dan yang terpenting sepadan tidak antara layanan yang akan digunakan dengan risiko jika data pribadi tersebut kelak disalahgunakan, sengaja ataupun tidak, oleh pihak lain,” tambah Donny.

Sumber: Koran Sindo

Sumber Foto: GoJek