FBI Bisa Paksa Apple Inc. Serahkan Private Key

Phone-Key-640x360

Jika Apple Inc. tidak mematuhi perintah pengadilan yang meminta untuk melemahkan keamanan di iPhone pelaku penembakan di San Bernardino, kemungkinan Apple Inc. akan diminta untuk menyerahkan kode sumber untuk seluruh sistem operasinya. Hal ini  tersirat dalam pengajuan hukum oleh Departemen Kehakiman AS.

Dalam bantahan hukum formal untuk Apple Inc. Departemen Kehakiman AS menggarisbawahi salah satu argumen hukum utama Apple, yaitu memaksa Apple Inc. untuk menulis kode yang akan menghapus fitur key security dari iPhone Syed Farook terlalu memberatkan.

Departemen Kehakiman AS menuliskan dalam sebuah catatan kaki dalam filing mereka, yaitu FBI tidak dapat memodifikasi perangkat lunak pada iPhone Farook tanpa akses ke kode sumber dan Apple’s private electronic signature. Pemerintah tidak berusaha untuk memaksa Apple Inc. untuk mengubah hal tersebut karena diyakini permintaan seperti itu kurang cocok untuk Apple.

Perintah tersebut bukan tidak pernah terjadi sebelumnya. Pada bulan Agustus tahun 2013, Lavabit, sebuah layanan email aman yang digunakan oleh pembocor informasi NSA Edward Snowden, tiba-tiba menutup layanannya karena campur tangan pemerintah. Kemudian muncul isu bahwa FBI telah berusaha untuk memaksa pemilik Lavabit Ladar Levison, untuk menyerahkan kunci enkripsi untuk layanan email-nya sehingga mereka bisa memantau setiap email yang dikirim oleh Snowden. Levison menolak dan sehingga kemudian kena hukuman untuk alasan menghina pengadilan sebagai hasilnya.

Dengan dimilikinya Apple’s private key  tidak hanya akan mengizinkan FBI untuk memodifikasi iPhone Farrok. Hal ini juga akan memungkinkan bagi FBI atau pemerintah AS untuk menulis versi baru dari iOS dalam kasus-kasus di masa depan dan memberikan mereka jalan untuk melihat setiap iPhone. Misalnya, jika FBI mampu mencegat sambungan internet dari target (dikenal dengan serangan man in the middle), dengan Apple Key, FBI bisa seolah-olah menjadi Apple Inc. dan mengeluarkan pembaruan yang tampak seperti rilis software asli dari Apple Inc.

Sumber: The Guardian