Google Diperintahkan untuk Membocorkan IP Address

_83719781_83719780

Google telah diperintahkan untuk menyerahkan rincian kontak dari akun yang ditautkan ke ulasan palsu yang menyerang sebuah nursery di Belanda. Nursery yang tidak disebut namanya dalam dalam persidangan, memenangkan perintah pengadilan terhadap Google untuk mengungkapkan rincian tentang siapa yang bertanggung jawab atas serangkaian ulasan palsu yang menuduh terjadinya pelecehan anak menggunakan jaringan sosial Google, Google Plus.

Review palsu tersebut terlihat melalui pencarian dan Google Maps, menodai reputasi nursery selama lebih dari enam bulan. Salah satu pengulas palsu mengambil identitas dari wanita yang meninggal dari AS.

Google menolak untuk menghapus ulasan palsu atas permintaan nursery dan mengatakan bahwa mereka berada di bawah proteksi freedom of speech. Hal ini memaksa nursery tersebut untuk mengadukan Google ke pengadilan. Google kemudian diperintahkan untuk menghapus ulasan tersebut oleh pengadilan. Google juga diperintahkan untuk membayar biaya dan membocorkan alamat IP dari pengguna yang mem-posting ulasan palsu tersebut. Google diberikan waktu dua minggu untuk mematuhi putusan yang dijatuhkan pada tanggal 1 Maret yang lalu.

Ulasan palsu adalah masalah yang meningkat di seluruh platform online seperti Google dan situs ritel, di mana mereka digunakan untuk meningkatkan reputasi secara artifisial atau sebagai serangan kepada pesaing. Situs web wisata TripAdvisor, misalnya, memiliki tim yang berdedikasi untuk mengidentifikasi dan menghapus ulasan palsu dari daftar perusahaan, sedangkan Cornell University telah bekerja pada teknologi yang dirancang untuk menyingkirkan ulasan palsu terhadap hotel dengan menggunakan machine learning.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: BBC