Hati-Hati, Paedofil Suka Mengumpulkan Foto Anak dari Media Sosial!

laugh1

Anjuran untuk tidak mengunggah foto anak di media sosial telah banyak didengungkan, namun masih banyak orangtua yang tak mengindahkan hal ini.

Foto anak yang berusia bayi atau balita sedang mandi atau tak berpakaian memang kadang terasa menggemaskan dan membuat Anda tak sabar mengunggahnya di media sosial. Namun tahukah Anda bahwa hal ini justru bisa sangat berbahaya?

“Sebuah foto ketika sudah diunggah ke internet itu artinya ia bisa digandakan berkali-kali. Maka sebelum mengunggah foto, terutama foto anak, sebaiknya diperhitungkan betul dampaknya di kemudian hari,” terang Widuri dari ICT Watch Indonesia yang salah satu programnya adalah “Internet Sehat”.

Ketika anak sudah beranjak besar dan ia keberatan dengan foto yang diunggah orangtuanya, Anda memang akan bisa menghapusnya dari media sosial. Tapi, apakah Anda yakin bahwa tak ada orang yang sudah menyimpan dan menyebarkan foto tersebut tanpa sepengetahuan Anda?

“Prancis termasuk negara yang sudah melarang ketat pengunggahan foto anak. Bahkan kalau kelak anaknya besar dan tak menyukai foto tersebut, orangtuanya bisa dipolisikan bila anaknya menuntut,” tambahnya saat menjadi pembicara pada Sharing session Ngobras (Ngobrol Bareng Sahabat) bertema “Media Sosial, Ancaman atau Sahabat Anak dan Remaja?” Jumat (11/3) lalu di Nutrifood Inspiring Center.

Widuri pun mengajak para orangtua mengingat kasus Dokter Tjandra di Surabaya.

Saat ditangkap atas kasus pornografi dan pelecehan anak, dokter yang diduga terlibat pada jaringan pornografi internasional ini ditemukan memiliki lebih dari sepuluh ribu foto vulgar anak-anak di komputernya.

“Perlu diketahui, kelompok paedofil itu menyaratkan anggota barunya untuk mengumpulkan 1000 foto anak dalam keadaan telanjang sebelum ia bisa masuk ke kelompok paedofil. Makanya, para orangtua harus sangat hati-hati saat mengunggah foto, karena khawatir disalahgunakan oleh paedofil-paedofil online yang sedang mengumpulkan foto anak telanjang,” urai Widuri.

Pada awal tahun 2015 lalu, dunia digemparkan oleh pengalaman seorang ibu yang menemukan foto anaknya di website paedofil yang dikelola orang Rusia. Seperti dilansir Telegraph, Ibu asal Inggris menemukan foto anaknya yang berusia tiga tahun menggunakan dress berada di website tersebut bersama dengan foto balita lain yang telanjang maupun semi telanjang.

Di website tersebut pun ia temukan begitu banyak komentar yang menunjukkan hal-hal tak wajar dari para pengakses website tersebut.

Sumber: Tabloid Nova