Kecanduan Posting di Facebook? Salahkan Otak Anda

Facebook Privacy Myth Versus Reality

Apakah news feed Anda di Facebook dibanjiri berbagai postingan yang hampir tiada henti? Apakah teman Anda di Facebook selalu posting kata-kata motivasi, dakwah, foto selfie, karier, kesuksesan hampir tanpa henti setiap hari?

Mulai dari update tentang sarapan, makan siang dan makan malam secara teratur hingga masalah hubungan, beberapa pengguna Facebook tampaknya sangat suka berbagi setiap aspek kehidupan mereka dengan dunia. Mengapa mereka tiada bosan melakukan hal tersebut?

Para ilmuwan percaya bahwa apa yang dilakukan oleh Anda dan teman Anda di Facebook di mana hampir tiada pernah berhenti berbagi apa saja merupakan sesuatu yang tertanam di otak. Artinya hal tersebut telah terprogram untuk dilakukan. Tidak percaya?

Para ilmuwan di Free University Berlin percaya bahwa mereka telah menemukan sebuah alasan sederhana mengapa banyak pengguna overshare di media sosial. Penulis utama studi Dr Dar Meshi menemukan bahwa orang merasa terdorong untuk berbagi informasi tentang diri mereka sendiri secara online telah meningkatkan aktivitas di daerah otak yang bertanggung jawab untuk kognisi sosial dan pengolahan terkait penghargaan.

Menurutnya, manusia ingin berbagi informasi tentang diri mereka sendiri. Dalam dunia sekarang ini, cara manusia berbagi informasi terkait diri mereka dengan menggunakan platform media sosial seperti Facebook. Ia menambahkan bahwa studi yang dilakukannya menunjukkan jaringan daerah otak yang terlibat dalam berbagi informasi terkait diri di media sosial.

Temuan ini memperluas pengetahuan saat ini terkait fungsi konektivitas otak, khususnya yang menghubungkan daerah otak yang sebelumnya berfungsi untuk kognisi referensial diri ke daerah yang diindikasikan ke dalam proses kognitif pengungkapan diri.

Functional magnetic resonance imaging (fMRI) menemukan bahwa baik medial prefrontal cortex, daerah otak yang terkait dengan proses penghargaan maupun nucleus accumbens diaktifkan ketika orang memutuskan untuk berbagi informasi terkait diri mereka. Studi ini menambahkan bahwa berbagi informasi terkait diri sendiri adalah perilaku yang sudah ada sebelumnya yang dapat memberikan keuntungan adaptif bagi individu.

Temuan tersebut menjelaskan bahwa tidak mengherankan banyak orang yang secara konstan berbagi secara terus-menerus di Facebook karena dengan berbagi tersebut mereka merasa akan memperoleh penghargaan dari orang lain. Namun tentu overshare di Facebook juga membuat lelah teman-teman Anda di Facebook.

Sumber: The Telegraph