Lagi, 3 Rumah Sakit di AS Terkena Serangan Ransomware

cryptolocker_ransomware_137938

Beberapa waktu yang lalu, sebuah rumah sakit terkena serangan ransomware yang mengunci fila penting sehingga memaksa rumah sakit tersebut membayar 17.000 bitcoin untuk memperoleh kunci pembuka. Tampaknya serangan tersebut terus menular ke rumah sakit lain, di mana dilaporkan tiga rumah sakit sekaligus terkena serangan ramsomware.

Kentucky Methodist Hospital, Chino Valley Medical Center dan Desert Valley Hospital, California dilaporkan sempat terkena serangan ransomware yang mengenkripsi file penting dan menuntut uang untuk membukanya. Namun beberapa saat kemudian sistem di Kentucky Methodist Hospital, Chino Valley Medical Center dan Desert Valley Hospital, California, berjalan normal kembali meskipun tak satu pun dari rumah sakit tersebut yang diyakini telah membayar uang tebusan.

Kentucky Methodist hospital dikabarkan harus menutup semua komputer desktop dan mengaktifkan sistem back-up. Sebuah pesan di homepage rumah sakit tersebut mengatakan bahwa rumah sakit tersebut saat ini bekerja dalam keadaan darurat karena virus komputer yang telah membatasi rumah sakit menggunakan layanan berbasis web elektronik.

Serangan tersebut terjadi seminggu setelah terungkapnya serangan yang sama terhadap Hollywood Presbyterian Medical Centre di Los Angeles yang kemudian harus membayar sebanyak 17 ribu bitcoin untuk mendapatkan akses kembali ke file.

Menurut direktur sistem informasi rumah sakit, Jamie Reid malware yang terlibat dalam serangan tersebut disebut Locky, bug baru yang mampu mengenkripsi file, dokumen dan gambar dan mengganti nama mereka dengan ekstensi .locky.

Cara yang paling umum Locky masuk ke komputer adalah melalui email spam dengan lampiran dokumen yang terlihat seperti omong kosong dan menyarankan pembaca untuk mengaktifkan macro jika encoding data tidak benar. Setelah malware didownload, ia akan mengirimkan pesan ke desktop dengan instruksi tentang bagaimana pengguna dapat membayar untuk bisa membuka file yang dikunci.

Pada bulan November tahun lalu, laporan dari laboratorium McAfee Intel mengatakan jumlah serangan ransomware diperkirakan akan tumbuh pada tahun 2016. Sejauh ini memang terbukti sudah sangat banyak serangan ransomware sehingga pengguna diminta untuk sangat berhati-hati dengan email yang akan mereka buka. Jika mencurigakan, lebih baik tidak dibuka.

Sumber: BBC

Sumber Foto: hit.com