Data Lokasi dari 2 Aplikasi Bisa Indentifikasi Pengguna

tinder-app_2767340b

Apakah Anda menggunakan nama palsu untuk menjaga anonimitas di Twitter, Instagram, Foursquare, atau Tinder? Jika jawabannya ya maka Anda akan terkejut dengan sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Google dan Columbia University. Menurut laporan baru dari Columbia University dan Google postingan yang diberi geotag pada aplikasi media sosial sudah sangat cukup untuk menghubungkan berbagai akun yang dimiliki oleh orang yang sama. Itu artinya anonimitas Anda akan sangat mudah dibongkar jika Anda sempat melakukan geotag pada postingan Anda.

Menurut penulis studi tersebut, Augustin Chaintreau, seorang profesor ilmu komputer di Columbia dan anggota dari Science Institute Data menciptakan identitas terpisah secara online kini bisa menjadi ilusi. Metadata pengguna akan kembali menunjuk ke satu pengguna. Dengan hanya data lokasi bisa membuat pengguna dikenali di seluruh akun yang digunakan.

Temuan mereka menunjukkan bahwa jejak digital atau metadata yang tersisa di aplikasi yang sebagian orang begitu khas bisa digunakan untuk mengenali pengguna dengan hanya beberapa titik data dalam satu set data tunggal. Menyalakan geotagging yang banyak dilakukan pengguna untuk memberikan lokasi pada foto Instagram dan tweet adalah salah satu contoh dari jejak yang ditinggalkan yang dapat digunakan untuk menghubungkan, misalnya akun anonim fans Justin Bieber di Twitter ke akun LinkedIn pribadinya.

Contoh, di LinkedIn pengguna cenderung untuk menggunakan nama asli, tetapi mungkin pengguna tersebut juga menggunakan Tinder atau beberapa atau aplikasi lain yang pengguna tidak ingin terhubung kembali ke nama aslinya atau istilahnya menggunakan nama palsu. Dengan menggunakan data apa yang telah diposting pengguna, akun tersebut bisa dikaitkan, bahkan jika salah satu dari layanan yang digunakan misalnya Tinder dipercaya beroperasi dalam ghost mode. Ini artinya akun Tinder yang menggunakan nama palsu dan beroperasi dalam ghost mode dapat dengan mudah dihubungkan ke akun LinkedIn yang biasanya menggunakan nama asli sehingga anonimitas di Tinder tidak ada gunanya lagi.

Bahaya posting dengan geotagging telah terdokumentasikan dengan baik. Pada tahun 2010, sebuah laporan oleh International Computer Science Institute (ICSI) menunjukkan adalah mungkin untuk mendapatkan alamat rumah dari pengguna yang melakukan posting foto di iklan di Craigslist meskipun pengguna memilih untuk menyembunyikan alamat di postingan mereka dengan menggunakan data geotagging pada foto yang di banyak kamera digital dan smartphone yang secara otomatis sudah disediakan. Pada tahun 2014, bahkan dengan geotagging dinonaktifkan IBM menciptakan algoritma yang bisa memprediksi lokasi pengguna Twitter dengan akurasi 58%.

Sumber: cs.columbia.edu via Buzz Feed